News

Demo Buruh di DPR, Tuntut UU Cipta Kerja hingga Kenaikan UMP

Demo Buruh di DPR, Tuntut UU Cipta Kerja hingga Kenaikan UMP

Demo buruh di DPR berlangsung di tengah melonjaknya kasus COVID-19 varian Omicron, bagaimana antisipasi pihak berwajib? Berikut beritanya.

Massa yang tergabung dalam Partai Buruh bersama Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) berdemo di depan gedung MPR/DPR RI. Massa unjuk rasa mengajukan beberapa tuntutan di depan parlemen.

Presiden FSPMI, Riden Hatam Aziz, menuturkan ada dua poin yang menjadi tuntutan pada demo buruh hari ini, Senin (7/2/2022). Yaitu mengenai UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja alias omnibus aw yang diputuskan Mahkamah Konstitusi masih inkonstitusional.

“Kami meminta bahwa UU omnibus law jangan lagi dibahas. Baru satu tahun saja omnibus law sudah diberlakukan UMK tidak ada yang naik di tahun 2022 ini,” ujar Riden di depan gedung DPR, Senin (7/2/2022).

Sementara itu tuntutan kedua, lanjut Raiden, adalah terkait kenaikan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) selain wilayah-wilayah di luar DKI Jakarta untuk direvisi. Menurutnya kenaikan UMP tak sebanding dengan naiknya harga kebutuhan pokok, seperti minyak goreng.

Ia mengatakan demo buruh di DPR ini berlangsung pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB. Massa yang mengikuti aksi ini kurang lebih sekitar 2.000-3.000.

“Awalnya kami akan menurunkan 10 sampai 20 ribu, tapi karena ada kenaikan kasus COVID-19, kami turunkan sekitar 2.000-3.000,” ucapnya.

Kepolisian Mengawal Aksi Demo Buruh di DPR

Sekitar pukul 10.40 WIB, kepolisian tampak bersiap di depan gedung parlemen. Polisi mulai membangun barikade. Selain itu, petugas juga mengamankan situasi, terlihat pula polisi mengatur lalu lintas supaya tetap lancar.

Tampak petugas keamanan gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Tanah Abang dan Satpol PP. Sebagian polisi juga mengenakan APD, mengingat meningkatnya kasus COVID-19 di DKI Jakarta saat ini.

Aparat pun meminta peserta aksi demo buruh di DPR untuk menerapkan protokol kesehatan. Menurut pantauan terlihat polisi membentangkan sebuah spanduk bertuliskan imbauan terkait protokol kesehatan.

Spanduk tersebut dibentangkan oleh anggota polisi berbaju hazmat.

“Waspada penyebaran Omicron meningkat. Hindari kerumunan, taati protokol kesehatan,” demikian isi spanduk yang dibentangkan petugas.

Lihat Juga: Ada Demo Mahasiswa-Buruh, Polisi Jaga Di Patung Kuda Ber-APD Lengkap

Terpantau pintu gerbang gedung DPR juga tertutup. Sedangkan lalu lintas di Jalan Gatot Subroto ke Slipi dalam kondisi lancar.

Selain aksi demo buruh di DPR, aksi serupa juga digelar di beberapa kota lain seperti Surabaya, Semarang, Jepara, Aceh, Medan, Makassar hingga Banjarmasin.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top