News

Dibela Netizen Karena Berwajah Tampan, Cameron Herrin Pebalap Liar Yang Tewaskan Ibu Dan Anak Dihukum 24 Tahun Bui

Cameron Herrin Yang Tewaskan Ibu Dan Anak Dibela Netizen Karena Berwajah Netizen

Pria yang baru berusia 21 tahun bernama Cameron Herrin ini mendapat banyak simpati dari netizen karena berwajah tampah. Ia terlibat masalah hukum setelah menewaskan seorang ibu dan bayinya dalam kasus balapan liar. World of Buzz memberitakan bahwa Herrin telah jadi bintang di media sosial melalui aplikasi TikTok.

Herrin dianggap berwajah tampang yang membuat para pengguna TikTok terutama kaum wanita di berbagai negara memberikannya dukungan, termasuk netizen dari Indonesia. Disebutkan pula oleh Latin Post pada Senin (5/7/2021), Herrin juga menempati trending topic Twitter.

Pro Kontra Dari Netizen

Wani dari berbagai negara menyampaikan keprihatinan mereka pada pria berusia 21 ini karena mendapat hukuman 24 tahun bui, setelah 3 tahun insiden tersebut terjadi. World of Buzz mengunggah tangkapan layar dari para pengguna TikTok, dengan sejumlah neziten yang memanggilnya ‘suami’.

Selain TikTok, pengguna Twitter juga tidak sedikit yang memberikan remaja pebalap liar ini dukungan. Pengguna Twitter menekankan bahwa Herrin pantas memperoleh “keadilan” dan sejumlah pengguna mendesak untuk mengurangi hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

Pengguna Twitter menggarisbawahi bahwa Cameron Herrin pantas mendapatkan “keadilan” dan beberapa pengguna mendesak pengurangan hukuman yang diberikan kepadanya. Namun, ada pula beberapa netizen yang menolak dukungan pada Cameron Herrin. Menurut laporan World of Buzz, seroang pengguna Twitter mengkritik mereka yang memberikan dukungan kepada Herrin, dan menyebutnya “sakit”. Pengguna Twitter lain juga mengatakan “jijik” kepada mereka yang mendukung Herrin.

“Kalian semua menjijikkan sebab tak melihat kematian seorang ibu dan anaknya hanya dikarenakan ia tampan,” kata salah satu pengguna Twitter.

Lalu Siapakah Cameron Herrin?

Media Latin Post menyebut, Cameron Herrin merupakan pebalap liar di Florida. Ia juga mengaku bersalah atas dua tuduhan pembunuhan seorang ibu bernama Jessica Reizinger-Raubenolt dan putrinya yang masih berusia satu tahun, Lilia. Peristiwa tewasnya ibu dan anak tersebut sebenarnya telah terjadi pada Desember 2020, namun Herrin baru mendapat hukuman 24 tahun bui pada Mei 2021.

Ia menabrak ibu dan anak tersebut ketika balapan liar dengan Ford Mustang bersama seorang teman di jalan raya Tampa pada Mei 2018. Kala itu Herrin berusia 18 tahun. Raubenolt dan Lilia saat itu tengah menyeberang dan saat bersamaan Herrin melaju dengan kecepatan sangat tinggi yaitu 100 mil/jam. Awalnya, keluarga korban menuntut 30 tahun penjara kepada Cameron Herrin.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top