News

Ditangkap! Pinjol Ilegal PT Indo Tekno Nusantara Ancam Nasabah Pakai Gambar Porno

Ditangkap! Pinjol Ilegal PT Indo Tekno Nusantara Ancam Nasabah Pakai Gambar Porno

PT Indo Tekno Nusantara (ITN) yang beralamat di Green Lake City, Tangerang, Banten digerebek oleh kepolisian Polda Metro Jaya karena diduga melakukan praktik pinjol (pinjaman online) ilegal. Dari 13 aplikasi pinjaman online yang dimilikinya, sebanyak 10 di antaranya adalah ilegal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menuturkan, PT ITN menjalankan bisnisnya dengan mengintimidasi atau mengancam nasabah yang tak bisa membayar.

“Ada 2 jenis penagihan (langsung) didatangi beserta ancaman jika para peminjam online tak membayar bakal diancam. Penagihan kolektor lewat media sosial atau telepon dengan ancaman gambar porno (akan dijerat pasal pornografi), jadi membuat stress para peminjam dan melakukan pembayaran,” ujar Yusri di lokasi, Kamis (14/10/2021).

Penggerebekan tersebut, ujar Yusri, berdasarkan aduan dari warga yang mengaku resah dengan praktik bisnis PT ITN.

“Sebab ada masyarakat yang melaporkan, dan diancam dengan paksaan,” tuturnya.

Berdasarkan hasil penggerebekan, sebanyak 32 orang diamankan, mereka diduga adalah karyawan dan juga pimpinan PT Indo Tekno Nusantara. Selain itu, sejumlah barang seperti dokumen dan belasan komputer juga turut diamankan. Yusri mengatakan bisnis ilegal ini sudah dijalankan oleh PT ITN sejak 2018.

“Ini beroperasinya masih kami dalami dahulu. Namun informasi awal, (mulai) tahun 2018 dan masih kami dalami,” kata Yusri.

Lihat Juga: Tegas! Kapolri Minta Pinjol Yang Rugikan Masyarakat Disikat

Penggerebekan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, setelah sebelumnya sempat mendapat atensi langsung dari Presiden Joko Widodo. Penindakan tersebut dilakukan kerana banyaknya pinjaman online alias pinjol yang meresahkan masyarakat.

Pada praktinya, pelaku jasa pinjol ini seringkali menagih utang menggunakan cara-cara yang melanggar hukum. Bahkan, beberapa kasus bunuh diri diakibatkan oleh jeratan pinjol.

“Instruksi Kapolri sudah jelas. Kemarin beliau telah mengatakan adanya kegiatan-kegiatan fintech peer to peer lending yang di tengah pandemi COVID-19 merugian serta meresahkan masyarakat. Bahkan ada sejumlah korban masyarakat yang sempat stress karena tagihan, baik karena ancaman pelaku collector secara langsung, telepon maupun media sosial,” terang Yusri.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top