News

Dituduh Gelembungkan Dana Reses, Viani Limardi Dipecat PSI

Dituduh Gelembungkan Dana Reses, Viani Limardi Dipecat PSI

Anggota DPRD DKI, Viani Limardi dipecat PSI (Partai Solidaritas Indonesia). Disebut ada sejumlah alasan mengapa Viarni dipecat, salah satunya terkait penggelembungan dana reses. Pemecatan ini pun dikonfirmasi oleh juru bicara DPP PSI Aryo Bimo. “Benar diberhentikan,” ujar Aryo Bimo, Senin (27/9/2021).

Pemecatan Viarni ini pun tertulis dalam Surat Keputusan PSI No 515/SK/DPP/2021. Surat Keputusan tersebut diteken oleh Sekjen PSI Raja Juli Antoni pada Sabtu (25/9/2021). Viani juga mengakui telah menerima surat pemecatannya tersebut.

“Surat pemberhentian pemecatan (telah) diterima tadi malam pukul 9 malam. Akhirsnya saya telah menerima,” ujar Viani Limardi kepada awak media, Selasa (28/9/2021).

Alasan PSI Pecat Viani Limardi

Berdasarkan Surat Keputusan pemecatan dari PSI, Viani disebut melanggar Pasal 4 angka 3 Aturan Perilaku Anggota Legislatif PSI sebab tak mematuhi instruksi DPP setelah pelanggaran peraturan ganjil-genap. Viani diketahui melanggar ganjil-genap di Jalan Gatot Subroto pada 12 Agustus 2021 lalu.

Lihat Juga: Pernyataan Giring Disebut Bisa Jadi Kasus Hukum, PSI Balas Begini

PSI juga menyatakan Viani telah melanggar pasal 11 angka 7 aturan Perilaku Anggota Legislatif PSI 2020 yang meminta pengurangan gaji untuk menangani COVID-19. Selain itu, Viani juga disebut menggelembungkan laporan penggunaan dana APBD untuk sosialisasi peraturan daerah atau reses yang tak sesuai dengan sebenarnya.

Bantahan Dari Viani

Viani Limardi menampik tuduhan PSI terkait penggelembungan dana reses jadi alasan pemecatannya. Ia membalas tudingan tersebut sebagai fitnah busuk.

“Tak ada sama sekali saya lakukan penggelembungan dana reses. Itu fitnah yang sangat busuk serta bertujuan membunuh karater saya,” kata Viani dalam keterangannya, Selasa (29/9/2021).

Ia pun menguraikan total dana reses senilai Rp 302 juta untuk 16 titik, Viani menuturkan dana tersebut untuk bulan Maren 2021 dan sudah selesai.

“Bahkan ada sisa dana reses sebanyak sekitar Rp 70 juta dikembalikan ke DPRD. Dan tak hanya pada Maret 2021 saja, hampir di tiap masa reses, saya kembalikan sisa anggaran reses yang tak digunakan. Silahkan dicek ke DPRD dan BPK,” urainya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top