News

Djoko Tjandra Dapat Remisi, ICW Heran, KPK Bersuara

Djoko Tjandra Dapat Remisi, ICW Heran, KPK Bersuara

Djoko Tjandra dan ratusan narapidana korupsi lainnya mendapatkan remisi dalam rangka HUT RI ke-76. Indonesia Corruption Watch (ICW) mempertanyakan remisi yang diberikan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) itu.

ICW mempersoalkan ‘kelakukan Djoko Tjandra yang melarikan diri sebelum putusan perkara dibacakan.

“ICW mempertanyakan alasan Kemenkum HAM memberikan pengurangan hukuman berupa remisi umum hari kemerdekaan kepada Joko S Tjandra. Betapa tidak, narapidana itu sebelumnya telah bertindak melawan hukum dengan melarikan diri sebelum putusan dibacakan pada tahun 2009 lalu,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Sabtu (21/8/2021).

Kurnia membeberkan salah satu persyaratan narapidana mendapatkan remisi yakni memiliki kelakuan baik. Dia lantas mempertanyakan apakah Tjoko Djandra layak disebut berkelakuan baik setelah melarikan diri selama belasan tahun.

“Selain itu, jangan lupa, syarat untuk mendapatkan remisi sebagaimana diatur dalam Pasal 34 ayah 3 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006 tidak hanya mensyaratkan telah menjalani 1/3 masa pidana, melainkan juga berkelakuan baik. Maka dari itu, pertanyaan lanjutannya, apakah seseorang yang melarikan diri selama sebelas tahun dianggap berkelakuan baik oleh Kemenkum HAM?” tegas dia.

KPK Jelaskan Remisi Djoko Tjandra, dkk

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan remisi merupakan hak bagi setiap narapidana. Ali menegaskan pemberian remisi kepada narapidana dilakukan dengan memerhatikan syarat-syarat yang berlaku.

“Remisi merupakan hak seorang narapidana untuk mendapat pengurangan pidana. Namun, tentu, dengan syarat-syarat yang telah ditentukan,” jelas Ali, Sabtu (21/8/2021).

“Ranah KPK dalam menangani perkara korupsi adalah menyelidik, menyidik dan menuntutnya sesuai fakta, analisis dan pertimbangan hukumnya,” imbuhnya.

KPK berharap hukuman yang diberikan kepada narapidana betul-betul memberikan efek jera kepadanya. Di sisi lain, KPK juga melancarkan strategi dan upaya untuk mencegah tindakan korupsi.

“KPK berharap agar setiap hukuman pokok dan tambahan kepada para pelaku korupsi ini bisa memberikan efek jera dengan tetap menjunjung asas keadilan hukum. KPK juga simultan menjalankan strategi upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi,” papar Ali.

Eks Pimpinan KPK Bersuara

Sebelumnya, eks pimpinan KPK Laode M Syarif mengkritik pemberian remisi dalam rangka HUT RI ke-76 kepada ratusan narapidana korupsi, termasuk Djoko Tjandra. Menurut Laode, pemberian remisi itu merusak citra aparat penegak hukum.

“Pemberian remisi terhadap koruptor yang merusak image aparat penegak hukum bukan hanya melanggar PP no 28/2006 tapi juga menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi. Pemerintah harus tahu bahwa masyarakat tidak gampang lagi diperdaya dengan janji-janji kosong karena yang mereka lihat adalah tindakan nyata pemerintah,” kata Laode, Sabtu (22/8/2021).

Laode menyebut remisi yang diberikan Djoko Tjandra, dkk merupakan contoh nyata ketidakpatuhan terhadap aturan yang berlaku. Menurut dia, remisi seharusnya tidak diberikan oleh narapidana korupsi.

“Remisi yang diterima Djoko Tjandra dan sejumlah napi korupsi yang tidak berstatus sebagai justice collaborator adalah contoh nyata tidak patuh pada peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) mengatakan narapidana memiliki hak mendapatkan remisi. Pernyataan Ditjenpas ini merupakan respons terhadap pernyataan Laode M Syarif.

“Sudah kami sampaikan juga bahwa pemberian hak remisi ini adalah bagian dari pemenuhan hak narapidana. Sekali lagi, bahwa kami pelaksana tugas pemasyarakatan, baik di lapas maupun rutan adalah melaksanakan pembinaan,” terang Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas Rika Aprianti, Sabtu (21/8/2021).

Untuk diketahui, sebanyak 214 orang dari 3.496 narapidana korupsi mendapatkan remisi dalam rangka HUT RI ke-76. Salah satu dari ratusan narapidana korupsi yang mendapatkan remisi adalah Djoko Tjandra.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top