News

Duduk Perkara Gories Mere Dan Karni Ilyas Soal Sengketa Tanah Di Labuan Bajo

Duduk Perkara Gories Mere Dan Karni Ilyas Soal Sengketa Tanah Di Labuan Bajo

Mantan Kepala BNN, Gories Mere dan jurnalis senior Karni Ilyas disebut-sebut terseret kasus jual beli tanah yang diduga aset Negara di NTT. Bahkan, Kejati NTT menjadwalkan pemeriksaan kepada Gories dan Karni.

Namun, pemilik tanah atau aset yang dipermasalahkan, yaitu Abdullah Tengku Daeng Malewa telah mengklarifikasi permasalahan ini. melalui kuasa hukumnya, Muhammad Achyar, pihaknya menegaskan kedua orang tersebut tidak terkait dengan kasus itu.

Achyar menjelaskan, pada tahun 2017 lalu Gories dan Karni pernah melakukan perjanjian jual-beli tanah dengan kliennya. Namun, perjanjian tersebut dibatalkan karena sertifikat tanah yang dimaksud belum juga diterbitkan hingga tahun 2018.

“Belum tahu Pak Gories dan Pak Karni dipanggil untuk pemeriksaan sebagai saksi dalam hubungan apa dengan masalah tanah Pemda Manggarai Barat itu. Tapi mungkin, hubungannya dengan pembelian tanah seluas 4.000 m dari ahli waris Daeng Malewa pada tahun 2017. Pembeli beritikad baik,” jelas Achyar kepada wartawan, Jumat (4/12).

Ia menambahkan, Gories Mere dan Karni Ilyas tidak punya tanah di Labuan Bajo, seperti yang ramai diberitakan. Karena, perjanjian jual beli tanah tersebut sudah dibatalkan.

“Perjanjian jual beli tersebut sudah batal, karena sampai 2018 ternyata sertifikat hak milik atas bidang tanah itu tidak terbit. Jadi, tidak ada tanah Pak Gories dan Pak Karni Ilyas di tempat itu,” sambungnya.

Tanah Dibeli Oleh David

Ia mengatakan, tanah tersebut milik ahli waris Daeng Malewa, dengan total luas kurang lebih 5 hektar. Tanah tersebut kemudian dijual kepada seseorang bernama David dan baru dibayar DP.

“Belum dibayar lunas. Akan dibayar lunas kalau sertifikat hak milik sudah terbit. Jadi, belum ada peralihan hak, dan Pak David itu seorang pembeli yang beritikad baik,” tuturnya.

Karni Ilyas Dipanggil Kejati NTT

Sebelumnya, diberitakan Kejaksaan Tinggi NTT menjadwalkan pemeriksaan kepada Gories Mere dan Karni Ilyas. Periksaan tersebut terkait kasus dugaan korupsi aset tanah negara di Labuan Bajo.

“Hari ini kita jadwalkan pemeriksaan terhadap Gories dan Karni sebagai saksi dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo,” Kata Abdul Hakim, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati NTT saat dikonfirmasi di Kupang, Rabu (2/12).

Ia mengatakan, hal tersebut terkait dengan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi aset tanah pemerintahan Manggarai Barat senilai Rp 3 triliun.

Sebelumnya, tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati NTT sudah mengirimkan surat pemanggilan pertama kepada Gories dan Karni Ilyas untuk diperiksan sebagai saksi kasus tersebut. Abdul mengatakan, surat pemanggilan pertama dipastikan sudah diterima oleh kedua saksi. Namun, jika keduanya tidak menghadiri pemeriksaan pada Rabu (2/12) maka akan diagendakan pemanggilan kedua.

“Kami jadwalkan lagi kalau kedua saksi tidak hadir sebagau saksi dalam pemanggilan pertama,” katanya.

Sebelumnya, Abdul Hakim mengatakan penyidik Kejaksaan Nusa Tenggara Timur telah mengantongi nama calon tersangka. Sejumlah barang bukti tersebut didapat selama penyidikan kasus tersebut.

Ia mengatakan, penyidik juga sudah menyita uang Rp 140 juta yang diduga sebagai uang pelicin untuk mempercepat proses penjualan aset tanah milik Pemerintah tersebut.

“Kami menargetkan berkas perkara kasus penjualan aset tanah di Manggarai Barat dilimpahkan kepada Pangadilan Tipikor Kupang pada Desember 2020,” pungkasnya.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top