News

EDCCash, Kripto Bodong Yang Rugikan 57 Ribu Nasabah

EDCCash, Kripto Bodong Yang Rugikan 57 Ribu Anggota

Bareskrim Polri menyatakan perusahaan EDCCash (E-Dinar Coin Cash) diduga telah merugikan 57 ribu nasabah melalui investasi bodong dalam bentuk kripto atau disebut juga mata uang virtual. E-Dinar Coin Cash sendiri mengumpulkan dana investasi secara ilegal dari masyarakat. selain itu produknya pun tak terdaftar di OJK maupun Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

“Data yang kami miliki, terdapat 57.000 anggota. Jumlah minimal (investasi) Rp 5 juta. Perkiraan (kerugian) hingga Rp 285 miliar,” kata Brigadir Jenderal Helmy Santika, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta pada Kamis (22/4/2021).

Walau demikian, tutur Helmy, kerugian nasabah masih bisa bertambah karena tidak semuanya menyetor uang sebesar Rp 5 juta. Ada sejumlah korban lainnya yang menyetorkan uang lebih dari jumlah tersebut.

Lihat Juga: Ratusan Konsumen Laporkan Grabtoko Ke Polda Metro Karena Penipuan

Modus Penipuan EDCCash

Sebagai informasi, perusahaan ini menggunakan modus penipuan dengan meminta para anggotanya membayar Rp 5 juta. Rinciannya adalah Rp 4 juta untuk dikonversikan jadi 200 koin, biaya penyewaan cloud Rp 300.000 serta biaya upline sebanya Rp 700.000.

Kemudian para korban dijanjikan keuntungan 0,5% setiap harinya, dan 15% setiap bulan. Hal tersebut juga dapat dilakukan walaupun mereka tidak bekerja.

Dakam penggeledahan, Helmy mengatakan, timnya mengamankan uang tunai senilai miliaran rupiah, 21 unit mobil mewah, dan sejumlah barang-barang mewah lainnya.

“Ada pula berupa uang tunai terdiri dari rupiah kira-kira Rp 3,3 miliar, lalu uang euro ini total 6,20 juta euro. Selanjutnya pecahan Hong Kong 1 miliar. Mata uang Zimbabwe 1 triliun. Diduga mata uang Iran 19.600, Mesir 100,” tambahnya.

Sejauh ini polisi telah menjerat 6 tersangka, termasuk CEO EDCCash, Abdulrahman Yusuf. Kasus ini sendiri mulai terungkap saat sejumlah member mengeluh karena investasi yang dilakukannya selalu merugi. Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK telah memasukkan perusahaan ini ke dalam daftar investasi ilegal karena melakukan jual beli uang kripto tanpa izin.

Lihat Juga: Mengenal Bitcoin, Mata Uang Digital Yang Bernilai Fantastis

Bahkan, satgas juga menduga investasi bodong ini menggunakan skema ponzi untuk menarik minat para anggotanya. Karena, EDCCash menjanjikan keuntungan menggunakan cara merekrut anggota baru ke dalam komunitas dan menambang E-Dinar Coin Cash, namun harus membeli koin tersebut lebih dulu.

Ditemukan Sejumlah Senjata

Bareskrim Polri juga menjerat bos perusahaan EDCCash dengan pasal kepemilikan senjata api ilegal.

“Diakui kalau senjata api ini merupakan kepunyaan tersangka AY,” tutur Brigadir Jenderal Helmy Santika.

Ia mengungkapkan, bahwa senjata api tersebut juga ditemukan pada sejumlah orang pengawalnya. Karena itulah mereka juga ditetapkan menjadi tersangka.

Lihat Juga: Senjata Api Impor Sudah Mendarat Di Bandara Soekarno-Hatta

Senjata api yang berhasil ditemukan oleh penyidik dari CEO EDCCash yaitu Senjata Api Carl Walther Waffenfabrik berwarna hitam dan magazine. Lalu dari pengawalnya dengan inisial nama AH ditemukan sepucuk senjata senapan angin, satu parang panjang beserta sarungnya, dan sebuah pisau sungkur.

Kemudian, lanjut Helmy penyidik juga menemukan sepucuk Senjata Air Gun Makarov, sepucuk Air Sofgun  Type Glok. Selain itu ada pula sebuah golok, sebuah pisau, 4 buti peluru 99 mm, 3 kotak gotri besi, dan 2 buah peluru dari pengawal inisial AR. Ada pula sebuah pisau yang diamankan dari tersangka berinisial PN. Kini, penyidik masih melakukan pendalaman terkait asal usul senjata api tersebut didapatkan oleh para tersangka.

To Top