News

Elektabilitas PAN Cuma 1,7 Persen, Jubir Malah Ketawa

Elektabilitas PAN Cuma 1,7 Persen, Jubir Malah Ketawa

Hasil survei Charta Politika menunjukkan elektabilitas PAN hanya 1,7 persen. Menanggapi hal itu, juru bicara (jubir) PAN Viva Yoga Mauladi justru tertawa. Viva menyebut perolehan elektabilitas yang kecil itu tidak ‘mengagetkan’ bagi PAN.

“Dalam menilai hasil dari lembaga survei, PAN sekarang sudah tidak kaget, tidak panik dan bahkan terkesan dibuat lucu saja,” kata Viva, Jumat (13/8/2021).

Viva mengatakan sudah berkali-kali PAN mendapatkan hasil survei elektabilitas yang tidak memuaskan, bahkan angkanya hanya berkisar 1 hingga 1 persen. Namun, dia membeberkan kenyataan bahwa perolehan suara PAN di Pemilu lebih tinggi 500 persen dari yang dirilis oleh lembaga survei.

“Meski PAN masih membuat program dan kegiatan masyarakat, tetapi ketika disurvei hasilnya selalu konstan (tidak berubah), menjadi ‘partai nasakom’, partai yang nasibnya satu koma saja, ha ha ha,” papar Viva.

“Kalau berdasarkan survei yang dilakukan lembaga survei tersebut, sejak Pemilu 2004 PAN seharusnya tidak lolos parliamentary threshold. Kenyataannya, hasil perolehan suara PAN di Pemilu ternyata berbeda 500 persen dengan hasil survei,” sambungnya.

Jubir PAN Sebut Hasil Survei Aneh bin Ajaib

Lebih lanjut, juru bicara PAN itu mengungkapkan perolehan suara partainya sejak Pemilu 2004 hingga Pemilu terakhir yang digelar pada 2019 lalu. Viva menyebut perolehan suara PAN berkisar 6 hingga 7 persen.

“Di Pemilu 2004, PAN memperoleh suara nasional sebesar 6,44 persen. Pemilu 2009 sebesar 6,01 persen. Pemilu 2014 sebesar 7,59 persen. Dan, Pemilu 2019 sebesar 6,84 persen. Jadi ada perbedaan sebesar 500 persen antara prediksi melalui hasil survei oleh para lembaga survei dengan hasil resmi Pemilu yang ditetapkan KPU,” beber Viva.

Viva mengatakan pihaknya sudah beberapa kali menanyakan hasil survei elektabilitas PAN yang berbeda dengan perolehan suara Pemilu ke penyelenggara survei. Politikus PAN itu menyayangkan penyelenggara survei tidak bisa membeberkan alasan mengapa PAN mendapatkan elektabilitas yang tidak bagus.

“Beberapa kali ‘hasil survei aneh bin ajaib untuk PAN’ kita tanyakan kepada surveyor. Tetapi mereka tidak dapat memberikan penjelasan secara rasional, saintifik dan ilmiah,” terang dia.

Melihat Elektabilitas PAN Cuma 1,7 Persen

Sebelumnya, lembaga survei Charta Politika menunjukkan elektabilitas PAN berada di angka 1,7 persen. Adalah PDIP, partai yang berada di posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 22,8 persen.

Kemudian, disusul oleh Gerindra sebesar 17,5 persen di urutan kedua. Urutan ketiga diduduki oleh PKB sebesar 9,4 persen, disusul PKS diurutan keempat sebesar 6,8 persen. Adapun urutan kelima diduduki oleh Partai Demokrat sebesar 6,6 persen. PAN sendiri berada di urutan kesembilan.

Dari hasil survei di atas, selain PAN, PKB juga menjadi sorotan karena menduduki posisi tiga besar. Namun, PKB menegaskan tidak berpuas diri terhadap hasil survei elektabilitas partai tersebut. Sekjen PKB Hasanuddin Wahid menegaskan partainya memiliki target menempel elektabilitas PDIP.

“(Hasil survei elektabilitasn Charta Politika) masih jauh dari harapan karena target PKB menempel PDIP. Namun, hasil ini adalah bukti nyata instruksi Gus Muhaimin agar semua kader wajib melakukan aksi melayani rakyat dijalankan secara konsisten oleh pengurus dan kader PKB,” kata politikus yang akrab dipanggil Cak Udin itu.

Cak Udin menekankan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Gus Muhaimin memerintahkan kadernya untuk membersembahkan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dia menegaskan Gus Muhaimin tidak memerintahkan kader untuk menaikkan elektabilitas partai.

“Apa pun hasil surveinya, Gus Muhaimin selalu perintahkan agar semua kader memberikan yang terbaik untuk rakyat. Bekerja sebaik-baiknya secara istikamah, ajek, konsisten dalam melayani rakyat. Bukan untuk menaikkan survei,” tegasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top