News

Elektabilitas PDIP & Gerindra Anjlok di Survei Litbang Kompas

Elektabilitas PDIP & Gerindra Anjlok di Survei Litbang Kompas

Survei Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas partai politik edisi 22 Februari 2021. PDIP dan Gerindra yang merupakan dua partai yang menduduki posisi puncak di Pemilu sebelumnya mengalami penurunan elektabilitas.

Hasil survei Litbang Kompas edisi 22 Februari 2021 merupakan hasil survei terbaru yang digelar pada 27 Desember 2020 – 9 Januari 2021. Responden yang terlibat pada survei tersebut sebanyak 2.000 orang yang dipilih secara acak di 34 provinsi.

Berdasarkan hasil survei elektabilitas partai politik tersebut, elektabilitas PDIP pada Januari 2021 ‘hanya’ 19,7 persen. Hal ini berbeda dengan dengan tahun-tahun sebelumnya yang juga menurut survei Litbang Kompas, PDIP mendapatkan elektabilitas 23,1 persen pada Agustus 2020 dan 21,8 persen pada Oktober 2019.

Sementara itu, elektabilitas Gerindra pada Januari ‘hanya’ 9,6 persen. Pada Agustus 2020, Gerindra mendapatkan elektabilitas 12,6 persen dan 13,6 persen pada Oktober 2019.

Respons Gerindra: Kami Santai Saja

Mengetahui hal itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman menyikapi hasil survei Litbang Kompas itu dengan santai. Habiburokhman tidak mempersoalkan berbagai hasil survei yang menunjukkan elektabilitas mengalami penurunan maupun peningkatan.

“Kami santai saja menyikapinya sebagaimana kami menyikapi hasil survei lain yang sebut survei kami tetap tinggi,” kata Habiburokhman, Selasa (23/2/2021).

Habiburokhman menyebut elektabilitas Gerindra masih memiliki selisih jauh dibandingkan dengan partai di bawahnya. Kendati begitu, dia tidak membantah jika elektabilitas Gerindra mengalami penurunan.

“Persentase memang turun. Tetapi selisih dengan partai di bawahnya masih sangat jauh. Kami hampir dua kali lipat,” tegas Habiburokhman.

Meski bersikap ‘santai’, Habiburokhman menegaskan pihaknya tetap menjadikan hasil survei Litbang Kompas sebagai bahan evaluasi. Dia memastikan para kader Gerindra akan melakukan kerja politik dengan maksimal untuk memperbaiki elektabilitas partai.

“Tetap saja hasil survei ini jadi bahan evaluasi kami. Kami harus semakin maksimal melakukan kerja politik. Para anggota dewan kami wajibkan merapat ke dapilnya masing-masing. Selain turun langsung membantu rakyat yang kesusahan, juga gencar menyerap aspirasi yang harus diperjuangkan di DPR,” sambung dia.

Respons PDIP: Kita Masih di Posisi Teratas

Di sisi lain, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat juga menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan elektabilitas partainya mengalami penurunan. Djarot menyebut berdasarkan hasil beberapa survei, PDIP masih berada di posisi puncak.

“Survei sifatnya dinamis dan meskipun menurut berbagai hasil survei kita masih di posisi teratas,” kata Djarot, Selasa (23/2/2021).

Djarot menyebut kondisi ini menjadi tantangan bagi para kader PDIP agar lebih bersemangat menyukseskan progam pemerintah. Dia menegaskan pihaknya akan menjadikan hasil survei Litbang Kompas sebagai evaluasi internal untuk memperbaiki citra partai.

“Ini merupakan tantangan bagi semua kader partai untuk lebih semangat turun ke bawah membantu menyukseskan dan memastikan program pemerintah tepat sasaran dan fokus membantu pemulihan kesehatan dan ekonomi rakyat kecil. Kita melakukan introspeksi diri untuk perbaikan partai secara internal dan membikin kader lebih bersemangat turun ke bawah,” papar dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu membeberkan fokus kerja para kader PDIP. Kata dia, saat ini, para kader PDIP fokus membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai bencana alam dan pandemi Covid-19.

“Saat ini, partai fokus menggerakkan kader partai di semua tingkatan dan daerah untuk membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19, memulihkan ekonomi rakyat dan mengatasi bencana alam, banjir, tanah longsor, melalui program politik hijau,” jelas dia.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top