News

Emak-emak Tagih Janji Jokowi Soal Harga Jagung, DPR Bersuara

Emak-emak Tagih Janji Jokowi Soal Harga Jagung, DPR Bersuara

Emak-emak di Blitar, Jawa Timur menggeruduk rumah seorang peternak Suroto yang sempat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepada Suroto, mereka menagih janji penurunan harga jagung yang belum terealisasi.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron menyebut permasalahan semacam itu masih terus terjadi. Herman menyebut memang terkadang ada solusi namun hanya bersifat ‘sementara’.

“Permasalahan yang terus saja terjadi bagi peternak, di mana harga jualnya turun terus. Sementara harga pakan naik terus. Kalau pun ada solusi, temporer, sebentar saja, dan kemudian terjadi lagi,” kata Herman, Sabtu (18/9/2021).

Herman mengusulkan komoditas yang menyangkut hidup banyak orang dikelola oleh BUMN. Dengan cara itu, kata dia, stabilitas harga akan tercapai.

“Saatnya seluruh komoditas yang terkait hajat hidup rakyat dikelola negara melalui BUMN agar bisa memberi jaminan dan stabilitas harga, baik di tingkat peternak/petani maupun di tingkat pembeli,” ungkap dia.

Kepada Kementerian Perdagangan, Herman pun meminta menuntaskan persoalan harga pakan ternak itu. Ini penting diperhatikan demi kesejahteraan para peternak.

“Saya minta Kemendag segera akhiri permasalahan klasik dengan para peternak ayam. Aturlah dengan berkeadilan dan yang menguntungkan bagi rakyat,” sambungnya.

PKB Sebut Persoalan Serius

Di sisi lain, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Daniel Johan juga menyoroti aksi emak-emak menggeruduk rumah Suroto untuk menagih janji Jokowi soal penurunan harga jagung. Daniel menilai hal itu sebagai permasalahan yang serius, khususnya bagi para peternak.

“Ini mewakili jeritan rakyat kecil yang sedang berjuang agar harapan mereka didengar oleh Presiden. Dan, emak-emak datang mengadu ke pak Suroto juga bukti bahwa ini persoalan serius bagi peternak dan menunggu perbaikan nasib mereka,” kata Daniel, Sabtu (18/9/2021).

Daniel kemudian meminta pembantu Presiden segera mengeksekusi penurunan harga jagung. Mengingat, kata dia, Jokowi sidah meminta harga jagung diturunkan saat bertemu Suroto.

“Aspirasi emak-emak tersebut harus segera direspons pemerintah, terutama para pembantu Presiden. Apalagi Presiden sudah sampaikan untuk menurunkan harga di kisaran Rp 4.500 per kilogram sebagai kebutuhan utama pakan ternak,” tuturnya.

Suroto Bingung Digeruduk Emak-emak

Sebelumnya, rumah Suroto digeruduk emak-emak untuk menagih janji Jokowi soal penurunan harga jagung menjadi Rp 4.500. Suroto yang kedatangan ‘tamu’ tidak disangka-sangka itu mengaku bingung menjawabnya.

“Saya ini kan rakyat kecil. Diundang Presiden itu suatu kehormatan. Nah, ini ibu-ibu datang ke sini menagih janji pak Presiden. Saya juga bingung mau jawab gimana. Saya hanya bisa minta mereka bersabar, sebentar lagi,” kata Suroto.

Suroto mengaku dimintai nomor HP oleh staf khusus Presiden. Namun, peternak asal Blitar itu sungkan menghubunginya untuk menanyakan keluhan emak-emak itu.

“Staf khusus Presiden sudah meminta nomor HP saya untuk memantau. Mungkin jika beliau ingin tahu akan langsung menelepon saya. Tapi saya sungkan kalau mau menanyakan lagi kapan ini jagungnya sampai ke sini,” terangnya.

Sementara itu, salah satu emak-emak yang menggeruduk rumah Suroto, Yesi mengatakan kondisinya sebagai peternak sudah ‘kritis’ karena harga pakan yang tinggi. Oleh karenanya, dia menagih janji Jokowi kepada Suroto soal penurunan harga jagung.

“Kapan ini harga jagung turun. Kami sudah nggak bisa menunggu lama. Kondisi kami saat ini, kalau (ibarat) orang sakit, itu sudah kritis. Gulung tikar bukan sekadar terancam, tapi sudah di depan mata,” papar Yesi yang meminta harga jagung segera diturunkan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top