News

Emilia Contessa dan Politikus PDIP diperiksa KPK Terkait Pengadaan Alat Kesehatan

Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa dua orang saksi dalam kasus dugaan korupsi kegiatan pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan pusat penanggulangan krisis Kementerian Kesehatan. Mereka adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan dan anggota Dewan Perwakilan Daerah, Emilia Contessa. "Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFS (Siti Fadilah Supari)," ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, Selasa, 18 Oktober 2016. Dalam pemeriksaan ini, Emilia terlihat datang sendiri sekitar pukul 10.15 WIB. Dia mengatakan tidak tahu akan diperiksa apa oleh KPK karena tidak mengenal mantan Menteri Kesehatan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. "DPD Tidak ada kewenangan mengambil keputusan," ujarnya. Emilia juga menampik punya hubungan bisnis dengan Siti. Menurut dia, usaha yang selama ini dikerjakan bergerak di bidang kuliner dan bernyanyi. "Proyek pengadaan kesehatan kewenangan DPR," ujarnya. Sebelumnya, Siti telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak April 2014. Dia diduga menerima pemberian atau janji dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan pusat penanggulangan krisis departemen kesehatan dari dana DIPA. Siti juga diduga menyalahgunakan wewenang sebagai menteri untuk melakukan kongkalikong dengan perusahaan pemenang tender pengadaan alat kesehaa

Kasus dugaan korupsi terhadap pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan pusat penanggulangan krisis Kementerian Kesehatan kini Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa dua orang saksi diantaranya anggota DPR dari fraksi PDIP dan anggota DPD, yakni Emilia Contessa.

Kepala Biro Humas KPK membenarkan hal tersebut (18/10), “Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFS ‘Siti Fadilah Supari’.”

Terlihat sekitar pukul 10.15WIB Emilia datang sendiri dalam panggilan pemeriksaan tersebut. Dirinya mengaku tidak tahu apa yang akan ditanyakan oleh KPK karena dirinya tidak mengenal Menteri Kesehatan pada masa Presiden SBY. “DPD tidak ada kewenangan mengambil keputusan,” ungkapnya.

Selain itu Emilia membantah bahwa dirinya mempunyai hubungan bisnis dengan Siti. Menurutnya, usaha yang dijalankannya selama ini bergerak dibidang kuliner dan bernyanyi. “Proyek pengadaan alat kesehatan kewenangan DPR,” ujarnya.

Siti Fadilah Supari yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak April 2014. Dia diduga menerima pemberian atau janji dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan. Dirinya juga diduga menyalahgunakan wewenang sebagai menteri untuk melakukan kongkalikong dengan perusahaan pemenang tender pengadaan alat kesehatan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top