News

Eo Aisha Weddings Mendadak Viral, Disebut Rusak Generasi Muda

Eo Aisha Weddings Mendadak Viral, Disebut Rusak Generasi Muda

Pihak Ombudsman Republik Indonesia, Rahayu, mengatakan adanya jasa penyedia pernikahan Aisha Weddings dinilai merusak generasi muda Tanah Air. Jasa pernikahan itu menganjurkan untuk menikah muda mulai usia 12 hingga 21 tahun.

“Aisha Weddings merusak tatanan anak muda Indonesia. Karena sekarang pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sedang melakukan pemberantasan pernikahan anak, perdagangan anak lewat pernikahan,” ungkap Ninik dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/2).

Ia mengatakan munculnya jasa penyedia pernikahan tersebut mengembalikan diskriminasi gender di Indonesia. Ninik juga dengan tegas menyatakan, saat ini negara sedang berupaya untuk memenuhi hak konstitusional warga negara, utamanya perempuan dan anak.

“Perempuan dan anak perempuan memiliki hak mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Berhak mendapat perlindungan atas kesehatan reproduksinya dan yang lainnya seperti yang dijamin dalam UU perlindungan anak,” terang Ninik.

Menurutnya, tindakan penyedia pernikahan yang memfasilitasi pernikahan anak, bisa dijatuhi pasal berlapis.

“Pihak polisi harus proaktif mengusut hal tersebut, tidak harus ada laporan masyarakat,” tuturnya.

Diketahui EO Aisha Weddings sendiri mendadak viral di media sosial karena mempromosikan pernikahan usia 12 sampai 21 tahun, poligami, dan nikah sirih.

Lihat Juga: Pre-Wedding Test : Cara Menyikapi Keraguan Menjelang Pernikahan

KPAI Melaporkannya Ke Kepolisian

Komisi Perlindungan Anak Indonesia dengan tegas menyatakan penyedia jasa pernikahan tersebut telah melanggar UU No 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Seperti yang tertulis dalam UU di  mana syarat minimal usia pasangan yang akan menikah adalah berumur 19 tahun.

KPAI mengatakan pihaknya telah melaporkan EO tersebut ke kepolisian, terkait hal tersebut KPAI juga meminta PPA Mabes Polri untuk mengusutnya. Sebelumnya, pihak EO yang kini banyak dibicarakan tersebut telah memposting spanduk penawaran peket pernikahan siri, pernikahan muda, dan poligami di Twitter miliknya.

Tanggapan Pihak Aisha Weddings

Pihak EO menanggaip laporan KPAI ke kepolisian karena mempromosikan nikah siri, poligami, dan nikah muda. Melalui akun Facebook miliknya, pada Rabu (10/2/2021), pihak EO tersebut mempertanyakan kemarahan publik dan KPAI yang melaporkannya ke polisi.

Saat ini masih belum diketahui alamat EO Aisha Weddings dan kontak yang dapat dihubungi, kecuali alamat emailnya. Bahkan, websitenya pun tidak bisa diakses dan hanya menampilkan tulisan “Situs dalam Perbaikan”.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top