News

Erupsi Gunung Merapi, Aktivitas Vulkanik Makin Meningkat

Erupsi Gunung Merapi

Sejak beberapa pekan terakhir erupsi gunung Merapi menjadi salah satu topik yang paling sering dibahas. Sejak Rabu (27/1/2021) pukul 00.00 hingga 14.00, gunung Merapi terpantau mengeluarkan 36 kali awan panas guguran dengan jarak lucur 500-3000 meter.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida menerangkan, awan panas tersebut meluncur mengarah ke barat daya yang merupakan hulu Kali Krasak dan Boyong. Sejumlah lokasi pun dilaporkan diguyur hujan abu dengan intensitas tipis. Sejumlah lokasi tersebut adalah Tamansari, Boyolali, dan Boyolali Kota.

“Hujan abu bisa jadi karena awan panas guguran. Karena itu masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi gangguan dari abu vulkanik seperti menggunakan masker, kacamata, dan menutup sumber air,” kata Hanik melalui chanel YouTube BPPTKG.

BPBD Himbau Warga Sleman Mengungsi

Terkait peningkatan aktivitas vulkanik Merapi, warga Dusun Turgo, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman direkomendasikan untuk mengungsi ke posko pengungsian di Purwobinangun.

“Memang kondisi saat ini aktivitas Merapi semakin meningkat,”  kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto pada, Rabu (27/1/2021).

“Dengan kondisi saat ini warga RT 03 dan RT 04 Turgo kami perintahkan untuk mengungsi” tuturnya.

Menurut keterangannya, sebagian warga Turgo saat ini masih berkumpul di SD Sanjaya Tritis.

Lihat Juga: BPPTKG Tetapkan Mitigasi Gunung Merapi Berubah

“Sementara saat ini masih di SD Tritis, sekitar 150 orang, dan sekitar 40 orang adalah kelompok rentan,” sambungnya.

Sedangkan, Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman, Joko Lelono mengatakan, warga Turgo mengungsi ke barak di Purwobinangun, Pakem.

“Baru saja rekomendasi dari BPPTKG untuk warga Turgo dapat digeser ke barak di Purwobinangun,” jelasnya.

Menurutnya warga Turgo yang datang ke pengungsian bukan hanya kelompok rentan. Namun masih ada juga beberapa warga  yang tetap berada di Turgo, terutama relawan dan para pemuda.

“Sebagian warga Turgo yang merasa khawatir bisa mengungsi. Yang lain masih tetap berada di sana, terutama para relawan dan pemuda untuk mengamankan wilayah,” urainya.

Dilansir dari laman Kompas.com, sekitar 13.30 WIB awan panas guguran dari erupsi Gunung Merapi dapat terpantau dari Ngrangkah, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Tidak berselang lama, suara sirine Early Warning System (EWS) awan panas terdengar berbunyi.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top