News

Hujan Meteor Geminid Muncul Di Langit Indonesia, Ada Fenomena Lain Yang Ikut Muncul

hujan meteor geminid

Bagi kalian yang menyukai kejadian-kejadian astronomi, kemarin malam telah terjadi sesuatu yang menakjubkan loh. Pasalnya, salah satu keajaiban alam yaitu fenomena hujan Meteor Geminid ini muncul dan melewati wilayah Indonesia.

Sebenarnya, hujan meteor geminid ini pernah terjadi di tahun 2019. Nah di tahun 2020 ini, kita kembali dapat menyaksikan fenomena tersebut. Kira-kira kapan hujan meteor Geminid ini muncul di Indonesia kemarin dan bagaimana cara untuk menyaksikannya? Nah, simak baik-baik ya di bawah ini.

Waktu terjadinya Hujan Meteor Geminid di Indonesia

Hujan Meteor Geminid merupakan hujan meteor yang memiliki titik radian atau titik asal munculnya meteor yang berada di konstelasi Gemini. Meteor-meteor yang jatuh seakan-akan berasal dari rasi Gemini. Meteor ini berasal dari remahan komet yang tak dikenal yang telah terpecah di masa silam. Salah satu pecahannya membentuk Asteroid 3200 Phaethon yang merupakan asteroid dekat dengan Bumi sekelas Apollo dengan periode revolusi 1,4 tahun.

Banyak yang mengatakan jika fenomena hujan meteor Geminid ini dikenal dengan hujan meteor yang menarik. Dikatakan menarik karena memiliki intensitas besar yaitu sekitar lebih dari 150 meteor per jam dimana hal itu dalam kondisi yang ideal untuk diamati. Saat itu juga bertepatan dengan adanya Bulan baru sehingga langit dalam kondisi gelap.

Fenomena langit seperti hujan meteor ini bukan sesuatu kejadian yang sulit diamati kecuali jika terdapat pengaruh dari kondisi cuaca, polusi cahaya maupun adanya penghalang pada jarak pandang. Fenomena hujan meteorid dapat diamati pada malam hari dengan mata telanjang selagi langit cerah. Tidak dalam kondisi berawan dan bebas dari polusi cahaya.

Untuk hujan meteor Geminid ini bisa dibilang sangat mudah untuk diamati dengan mata telanjang. Hujan meteorid yang terjadi kali ini didukung dengan intensitas meteor yang jatuh melebihi 100 meteor per jam. Oleh karena itu, hujan meteor Geminid ini merupakan salah satu puncak hujan meteor yang cukup besar dibandingkan beberapa fenomena hujan meteor lainnya

Perlu diketahui bahwa meteor-meteor yang masuk ke atmosfer Bumi pada kecepatan 35 km/detik. Kecepatan tersebut bisa dibilang relatif pelan untuk ukuran meteor sehingga lebih mudah untuk di foto.

Sdanya fenomena ini diketahui berdasarkan postingan dari akun Instagram @pussainsa_lapan di Indonesia sendiri intensitas hujan meteor tersebut terjadi sekitar 86-107 meteor per jam dan ketinggian titik radian saat kulminasi sangat bervariasi mulai dari 45o di Pulau Rote hingga 62o di Pulau Weh.

Fenomena Hujan meteor ini dapat diamati di seluruh wilayah di Indonesia. Emanuel Sungging, selaku Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menjelaskan bahwa hujan meteor Geminid ini dapat disaksikan pada Minggu malam, (13/12/2020) pukul 20.00 WIB hingga pagi tadi (14/12/2020) pukul 05.00 WIB.

Munculnya Bulan Sabit Tua

Selain adanya fenomena hujan meteor Geminid, pada Senin pagi, (14/12/2020) terdapat fenomena lain yang tampak di langit Indonesia. Fenomena tersebut yaitu tampaknya bulan sabit tua yang dapat disaksikan dengan mata telanjang mulai pukul 4.50 WIB sampai pukul 05.30 WIB.

Baca Juga : Blue moon atau Bulan berwarna biru akan terlihat di langit Indonesia

Bulan sabit tua yang muncul kali ini diketahui telah berumur 28 hari 17,37 jam dengan elongasi 9,23o dimana fenomena ini terbit dari arah Timur-Tenggara di konstelasi Ophiuchus.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top