News

Gedung KPK Dapat Serangan Tembakan Laser ‘Berani Jujur Pecat’, Ada Apa?

Gedung KPK Diserang Laser

Gedung KPK ditembaki laser untuk menyuarakan kritik terhadap KPK. Salah satu tembakan laser tersebut berbunyi ‘Berani Jujur Pecat!’. Gedung yang berada di Jalan Persada Kuningan, Jakarta Selatan tersebut disorot laser berwarna hijau dan merah pada Senin (28/6/2021) malam. Laser tersebut membentuk beberapa tulisan seperti ‘Save KPK’, ‘Mosi Tidak Percaya’, dan lainnya.

Aksi yang dikoordinatori oleh Asep Komaruddin dari Greenpeace Indonesia ini ditujukan untuk penyelamatan KPK dari upaya pelemahan.

“Upaya pelemahan KPK ini bakal makin memperburuk integritas KPK sebagai lembaga anti korupsi di negara ini,” kata Asep.

Lihat Juga: 51 Pegawai KPK Akan Diberhetikan Dengan Hormat Pada 1 November

Selain itu, ia juga menuturkan bahwa upaya pelemahan tersebut juga akan membawa dampak pada kerusahan lingkungan sebab terdapat celah korupsi. Tindakan tersebut yaitu soal perizinan pembukaan lahan.

“Bukan hanya itu, kerusakan lingkungan khususnya yang terkait dengan alih fungsi lahan bakal makin memburuk. Sebab salah satu celah korupsi yaitu ketika kepala daerah memberi atau memperpanjang izin pada perusahaan untuk membuka lahan. Ini adalah bagian dari praktek state capture corruption,” tuturnya.

Asep juga menyinggung terkait polemik TWK yang ‘mengusir’ para penyidik KPK yang dinilainya terbaik. Hal tersebut memperlihatkan berkurangnya integritas KPK.

“Penyingkiran penyidik terbaik KPK ini membuktikan kalau KPK sudah digerogoti dari dalam, memakai stigma radikalisme yang sebenarnya hanya dibuat-buat untuk menyingkirkan mereka yang memiliki integritas,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi di depan Gedung KPK Merah Putih, Jakarta Selatan pada siang tadi (28/6/2021). Aksi tersebut dilakukan secara teatrikal dengan menampilkan karakter Thanos yang menyimbolkan penghancur KPK.

Lihat Juga: TWK KPK Dikaitkan 2024, PKS: Mungkin Benar!

Asep mengatakan, saat ini KPK tengah dilemahkan sejak era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Ia menuturkan tanda-tanda tersebut dapat terlihat sejak disahkannya revisi UU KPK, hingga pengangkatan Firli Bahuri sebagai Ketua KPK.

“Usaha pelemahan KPK ini, bakal makin memperburuk integritas KPK sebagai lembaga anti korupsi di negara ini. Bukan hanya itu, kerusakan lingkungan khususnya yang terkait dengan alih fungsi lahan bakal makin menjadi-jadi. Sebab salah satu celah korupsi yaitu ketika kepala daerah memberi atau memperpanjang izin pada perusahaan untuk membuka lahan. Ini adalah bagian dari state capture corruption,” ujar Asep, kepada awak media, Senin (28/6/2021).

To Top