News

Gempa Selandia Baru, Peringatan Dini Tsunami Dikeluarkan

Gempa Selandia Baru, Peringatan Dini Tsunami Dikeluarkan

Gempa Selandia Baru memincu alarm peringatan dini tsunami berbunyi pada Jumat (5/5) pagi. Terkait hal tersebut, ribuan warga yang berada di kawasan pantai utara diminta segera meninggalkan rumah dan mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi. Warga diminta mencari tempat aman dalam waktu kurang dari 8 jam.

Sebelumnya, tiga gempa berkekuatan magnitudo7,4,  7,2 dan 8,1 mengguncang Selandia Baru. NEMA (Badan Manajemen Darurat Nasional) setempat mengatakan gelombang tsunami pertama akan datang di kawasan pantai utara sekitar pukul 9.45 pagi.

Melansir Reuters, beberapa daerah yang terancam tsunami adalah Bay of Islands sampai Matata ke Teluk Tolaga, Whanarei, termasuk Opotiki, Whakatane, dan Pulau Great Barrier. Pejabat pertahanan sipil membantu warga Nothland dan Bay of Plenty untuk segera mengevakuasi diri. Hal tersebut dikarenakan gelombang tsunami diperkirakan mencapai 3 meter di atas permukaan laut.

“Kami ingin seluruh orang merespons ancaman ini dengan serius. Cepat evakuasi diri ke lokasi yang lebih tinggi,” kata Sheryl Mai, Walikota Whangarei kepada peniar TVNZ.

Lihat Juga: Jangan Panik! Ini Tips Hadapi Gempa yang Ampuh

Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa besar tersebut. Negara Australia juga mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat gempa Selandia Baru di Pulau Norfolk yang merupakan wilayah kecil dengan 1.750 penduduk.

Dubes RI Di Selandia Baru Minta WNI Evakuasi Diri

Keduataan Besar RI di Selandia Baru mengatakan agar seluruh WNI mengevakuasi diri ke tempat tinggi setelah adanya peringatan tsunami pada Jumat (5/3). Tantowi Yahya, Duta Besar RI untuk Selandia Baru, menuturkan pihaknya telah mengimbau dan berkoordinasi dengan simpul-simpul WNI untuk mengawasi situasi mereka di sana.

“Mulai gempa pertama kami selalu berkoordinasi dengan kepala-kepala WNI yang berada di seluruh Selandia Baru khususnya di pusat gempa,” kata Tantowi melansir dari CNNIndonesia.com.

Menurut Tantowi sekitar 7.000 orang Indonesia saat ini tinggal di Selandia Baru, dan lebih dari 50% WNI tinggal di Auckland dan sekitarnya yang merupakan pulau utara Selandia Baru. Tantowi mengatakan gempa Selandia Baru itu berpusat di  sekitar 700 km utara Wellington.

Gempa pertama yang bermagnitudo 7,3 terjadi sekitar pukul 02.30 dini hari waktu Selandia Baru. Gempa susulan kedua terjadi sekitar pukul 06.30 denga magnitudo 7,1.

“Sekitar jam 9.45 waktu setempat terjadi kembali gempa susulan berkekuatan 8,1. Ini membuat pemerintah mengeluarkan peringatan tsunami,” kata Tantowi.

Lihat Juga: Warga Pesisir Pantai Dihimbau Waspada Bencana Tsunami

“Sekarang semua aman dan terkendali, tak ada warga atau WNI yang menjadi korban gempa. Warga juga bisa kembali ke rumah tapi masih tidak boleh mendekati pantai dan beraktivitas di pesisir,” terang Tantowi Yahya.

Secara berangsur-angsur, NEMA Selandia Baru telah menurunkan status peringatan tsunami setelah gelombang tinggi dipastikan tidak sampai wilayah pantai. Warga juga telah diizinkan kembali pulang.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top