News

Gerah Karena Terus Dibungkam, Revolusi Toilet Tolak Xi Jinping Gegerkan China

Revolusi Toilet di China

Frustasi karena terus dibungkam, masyarakat China kini meluapkan amarah kepada Presiden Xi Jinping lewat coretan di bilik toilet. Mereka menyebutnya sebagai revolusi toilet.

Warga menyebut bahwa corat-coret toilet adalah salah satu cara paling aman untuk menyampaikan protes sebab pemerintah tidak mungkin memasang pemantau di dalam tempat ini.

Seorang mahasiswa senior di wilayah timur China, Raven Wu, sepakat dengan anggapan itu. Ia juga ikut dalam revolusi toilet tersebut.

Wu melakukannya di pintu toilet sekolah dengan slogan-slogan anti-pemerintah, seperti “Kebebasan, bukan lockdown”, “Kehormatan, bukan kebohongan”, “Reformasi, bukan regresi”, hingga “Pemilu, bukan kediktatoran.”

Di bawah tulisannya, Wu menggambar kepala Winnie the Pooh, karakter kartun yang diklaim mirip dengan Xi. Di atas gambarnya itu, Wu memberikan garis coretan, tanda penolakan pada Xi Jinping.

“Saya merasa kebebasan yang sudah lama hilang ketika menggambar itu. Di negara dengan kebudayaan ekstrem dan sensor politik ini, tak ada ekspresi politik diperbolehkan,” kata Wu seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (24/10/2022).

Ia lalu mengatakan “Saya merasa puas karena untuk pertama kalinya dalam hidup saya sebagai warga China, saya melakukan hal yang benar untuk rakyat.”

Revolusi Toilet Tidak Hanya Dilakukan Raven Wu

Selain Wu, seorang pemuda yang baru lulus kuliah bernama Chen Qiang, juga tergerak saat melihat adanya coretan di sebuah toilet di barat daya China.

Saat itu, ia merasa kesal karena tidak bisa menyampaikan protes menjelang kongres Partai Komunis China, di mana Xi Jinping dipastikan kembali akan memimpin negara itu.

Saat demonstrasi kecil terjadi di Beijing jelang kongres Partai Komunis China, Chen tidak ingin kehilangan momentum. Dia langsung membagikan video demo tersebut di media sosial.

Namun, segala sesuatu terkait demo tersebut dengan cepat dihapus oleh pemerintah China. Chen pun tergerak saat melihat coretan di sebuah toilet yang ia gunakan.

Lihat Juga: 5 Tentang Partai Komunis China yang Anggotanya Dirahasiakan

Awalnya, dia merasa takut jika sampai diketahui pemerintah. Namun akhirnya, Chen memberanikan diri mencoret pintu toilet dengan tulisan anti-pemerintah.

Jika Wu menulis dengan bahasa Inggris, Chen memilih menggunakan Mandarin agar pesannya lebih meresap ke masyarakat China. Sementara itu, Wu menganggap revolusi toilet ini menunjukkan kekuatan rakyat yang telah lama terbungkam.

“Bahkan di tempat sempit seperti toilet, selama kita punya hati revolusioner, kita dapat berkontribusi,” kata dia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top