News

Haiti Diguncang Gempa Dahsyat, Ratusan Orang Meninggal Dunia

Gempa Haiti Mengakibatkan Ratusan Orang Tewas

Terbaru, jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7.2 di Haiti mencapai 304 jiwa. Seperti dilansir Reuters, Minggu (15/8/2021), ratusan orang hilang dan luka-luka dalam bencana alam tersebut. Diketahui gempa tersebut terjadi pada Sabtu (14/8/2021) dengan pusat gempa berada di sekitar 160 kilometer dari ibu kota Port-au-Prince.

Dari rekama video amatir maupun foto yang beredar di dunia maya, banyak bangunan yang ambruk akibat besarnya guncangan gempa. Sejumlah gereja, hotel hingga rumah sakit juga tak kuat menahan guncangan gempa. Diketahui sebagian besar korban meninggal dikarenakan tertimpa reruntuhan bangunan.

“Saya melihat ada orang ditarik dari bawah reruntuhan bangunan, mungkin ada yang masih hidup atau meninggal,” kata Jean Marie Simon (38), seorang penduduk di Les Cayes.

Saat gempa mengguncang Haiti, Simon sedang berbelanja di pasar, karena panik ia segera pulang untuk mencari keluarganya.

“Sepanjang jalan saya mendengar suara tangisan dari orang-orang,” ungkap Simon.

Ia mengatakan saat gempa bumi tersebut terjadi sang istri dan anaknya yang baru berusia dua tahun sedang mandi. Karena panik sang istri bergegas lari ke jalan tanpa memakai busana tepat sebelum bagian depan rumahnya roboh. Simon lalu memakaikan bajunya kepada sang istri dan kini mereka mengungsi di halaman gereja setempat.

“Gempa susulan masih terasa dan tiap ada guncangan orang berlari dan berteriak. Kaki saya saja masih gemetar,” tutur Simon.

Penduduk yang tinggal di kawasan pesisir seperti Les Cayes pun sempat panik dan naik ke perbukitan karena khawatir akan terjadi tsunami. Namun hal tersebut tak terjadi.

Lihat Juga: Presiden Haiti Tewas Terbunuh Di Rumahnya

Pada 12 Januari 2010 silam Haiti juga pernah diguncang gempa dengan Magnitudo 7, yang menewaskan 300.000 orang. Gempa besar kali ini terjadi setelah satu bulan peristiwa penembakan Presiden Jovenel Moise. Selain itu, penduduk Haiti juga diperingatkan akan adanya Badai Tropis Grace, yang kemungkinan akan melanda negara itu pada hari Senin malam atau Selasa pagi minggu depan.

Hal tersebut semakin menambah penderitaan masyarakat Haiti, di mana politik sedang bergejolak, tingginya kriminalitas, COVID-19 dan ancaman badai. Perdana Menteri Haiti, Ariel Henry, menetapkan negaranya dalam status darurat bencana selama satu bulan ke depan. Dalam jumpa pers ia menyatakan hingga saat ini belum meminta bantuan negara lain sampai kerusakan dapat ditaksir.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top