News

Tema Dan Logo Hari Guru Nasional 2020

Hari Guru Nasional

Hari Guru Nasional selalu diperingati setiap tanggal 25 November dan bertepatan dengan hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Pada tahun 2020 ini tema yang diangkat untuk memperingati Hari Guru Nasional adalah “ Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar”. Sedangkan logonya melambangkan semangat belajar yang tetap menyala meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Pada logo tersebut juga tampak digambarkan pemanfaatan teknologi seperti Wi-fi, laptop, aplikasi telekonferensi, hingga smart phone. Hal tersebut terlihat relevan dengan kondisi saat ini yang menggunakan alat penunjang tersebut untuk kegiatan belajar mengajar. Sedangkan bentuk hati, melambangkan seluruh komponen pendidikan yang bersinergi dalam menciptakan semangat belajar guna memberikan hasil terbaik bagi dunia pendidikan Indonesia.

Diperingati 2 Kali Setahun

Dalam satu tahun, Indonesia memperingati hari guru sebanyak 2 kali. Peringatan tersebut dilakukan setiap tanggal 5 Oktober yang merupakan Hari Guru Sedunia dan 25 November yang merupakan Hari Guru Indonesia. Pada peringatan Hari Guru Sedunia 2020 tema yang dipilih adalah “ Guru: Memimpin Dalam Krisis “. Tema tersebut dipilih karena guru mengalami tantangan besar dalam mengajar di tengah pandemi yang melanda dunia saat ini.

Sejarah Hari Guru Di Indonesia

Hari Guru Nasional bukanlah hari libur resmi, dan biasanya dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah. Di Indonesia sendiri guru dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, dan Hari Guru Nasional sendiri ditetapkan oleh Presiden Soeharto pada 25 November 1994. Hal tersebut telah tercantum dalam Kepres No 78 tahun 1994 tentang Hari Guru Indonesia.

Sejarah Hari Guru di Indonesia di awali dari adanya PGHB atau Persatuan Guru Hindia Belanda. PGHB adalah sebuah organisasi perjuangan bagi para guru pribumi pada masa kolonial Belanda yang berdiri pada 1912. Para anggota yang bergabung pun berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, yang pada umumnya anggotanya bertugas di sekola desa atau sekolah rakyat. Namun, memperjuangkan nasib anggotanya juga bukanlah sesuatu yang mudah bagi PGHB karena adanya status sosial, pangkat, dan latar belakang.

Para guru tersebut selalu berusaha untuk memperjuangkan persamaan hak dan posisi mereka terhadap Pemerintahan Kolonial saat itu. Perjuangan mereka pun membuahkan hasil berupa Kepala HIS yang dulunya selalu dijabat oleh orang Belanda, perlahan berpindah dan dijabat oleh orang pribumi.

Perjuangan para guru tersebut akhirnya memuncak pada cita-cita kemerdekaan. Pada awalnya perjuangan ditujukan untuk merubah nasib dan kesamaan hak serta posisi mulai berubah menjadi perjuangan nasional dengan meneriakan kata “merdeka”.

Persatuan Guru Hindia Belanda akhirnya berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia pada 1932. Perubahan nama tersebut sempat membuat pihak Belanda terkejut, karena kata “Indonesia” menjadi cermin semangat kebangsaan yang saat itu tidak disukai oleh Hindia-Belanda. Sedangkan, pada masa penjajahan Jepang, semua organissi termasuk Persatuan Guru Indonesia dilarang keberadaannya. Karena sekolah ditutup, PGI pun tidak bisa melakukan aktivitasnya lagi.

Setelah kemerdekaan Indonesia, dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 194 akhirnya dilaksanakan Kongres Guru Indonesia di Surakarta yang berlangsung pada 24 hingga 25 November 1945. Kongres tersebut membuahkan keputusan untuk menghapus kelompok atau organisasi guru yang didasari perbedaan pendidikan, agama atau yang lainnya. Pada 25 November 1945 mereka sepakat untuk membentuk Persatuan Guru Republik Indonesia. Itulah sejarah singkat mengenai Hari Guru yang sebentar lagi akan kita peringati bersama.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top