News

Haris Azhar dan Fatia Jadi Tersangka, Begini Penjelasan Polisi

Haris Azhar dan Fatia Jadi Tersangka, Begini Penjelasan Polisi

Polisi menyebut penetapan aktivis HAM Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti yang merupakan Koordinator KontraS sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik sudah sesuai prosedur.

Diketahui, Haris dan Fatia dijadikan tersangka bentuk laporan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

"Kita bekerja berdasarkan fakta hukum, semua mengikuti mekanisme," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat dihubungi, Minggu (20/3/2022).

Ia juga membantah bahwa status tersangka Haris Azhar dan Fatia atas dugaan pencemaran nama baik adalah bentuk kriminalisasi.

"Enggak lah itu," jawab Zulpan singkat.

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan, penyidik sudah memiliki alat bukti sebelum Haris dan Fatia ditetapkan sebagai tersangka. Salah satunya yaitu video YouTube.

Lihat Juga: Somasi Tak Digubris, Luhut Binsar Pandjaitan Laporkan Haris Azhar Dan Fatia Maulidiyanti

Diketahui, video tersebut memuat perbincangan Haris dan Fatia yang menyinggung nama Luhut terkait bisnis tambang di Papua.

"Konten (YouTube) itu kan jadi alat bukti bagi penyidik. Pertama, betul enggak konten itu milik dia. Kedua, betul enggak pembuatan konten itu ada pelanggaran terkait UU ITE atau pencemaran nama baik. Itu tentunya yang digali penyidik dan digunakan penyidik dalam penetapan tersangka," jelas Zulpan.

Penetapan Haris Azhar dan Fatia: Jauh Lebih Mengerikan Dari Kudeta

Sebagai informasi, penetepan status tersangka terhadap Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti mendapat respon dari berbagai pihak.

Salah satunya dari pakar hukum tata negara dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jantera, Bivitri Susanti yang menyebut penetapan keduanya sebagai tersangka adalah upaya pemerintah untuk membungkam aktivis yang kritis kepada negara. Menurut dia, hukum tersebut betul-betul diterapkan secara efektif untuk autocratic legalism.

Lihat Juga: Pakai Masker Bertanda Silang, Haris Azhar Hadiri Panggilan Untuk Mediasi Dengan Luhut

Maksudnya, jelas dia, yaitu cara pandang yang melihat seluruhnya secara legalistik, seakan diakomodasi oleh peraturan atau dilakukan aparat dan dianggap benar.

"Jadi kalau kita mengutip literatur autocratic legalism dibilang ini cara yang jauh lebih mengerikan dari kudeta, melebihi kudeta pakai tank dan tentara," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur, menganggap ada yang janggal dalam proses penetapan Haris Azhar dan Fatia sebagai tersangka. Ia menilai hal ini serupa dengan rezim Orde Baru.

Insur juga mengaku sejak awal dirinya sudah memprediksi Haris dan Fatia bakal dijadikan sebagai tersangka, karena ada previlege yang diberikan pada pelapor.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top