News

Harun Masiku Disebut Meninggal, KPK: Kami Tetap Mencarinya!

Harun Masiku Disebut Meninggal, KPK: Kami Tetap Mencarinya!

Tersangka kasus suap pergantian antarwaktu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Harun Masiku disebut sudah meninggal. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.

Boyamin mengatakan jaringan terbaiknya menemukan fakta bahwa buronan tersebut meninggal dunia.

“Jaringan saya menyebutkan Harun Masiku sudah tidak ada atau meninggal, tanda kutipnya. Jaringan terbaik saya loh. Jujur ada beberapa pensiunan di lembaga intelijen. Beberapa mengatakan ke saya, (Harun) itu sudah meninggal,” kata Boyamin dalam sesi wawancara di akun Youtube Karni Ilyas Club dengan judul acara ‘Boyamin Saiman Detektif Partikelir Harun Masiku Sudah Meninggal!?’.

Lebih lanjut, Karni Ilyas lantas bertanya penyebab Harun meninggal. Boyamin menjawab bahwa borunan KPK itu meninggal diduga karena dibunuh oleh orang.

“Persentase lebih banyak ke yang kedua (dibunuh). Karena umurnya di bawah saya. Track record (dari) teman, (Harun) tak pernah sakit,” tegas Boyamin.

Namun Boyamin belum mendapatkan informasi siapa sosok pembunuh Harun Masiku. Ia justru melempar kepada masyarakat untuk mencari tahu sosok tersebut.

“Detektif swasta saya belum mampu harus omong siapa (pembunuh Harun). Masyarakat bisa menduga-duga siapa. Biarlah imajinasi liar di otak kita masing-masing,” sambungnya.

KPK Terus Memburu Harun Masiku

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri merespons temuan MAKI yang menyebut Harun Masiku telah meninggal. Ali Fikri menegaskan informasi tersebut tidak valid.

“Sejauh ini tidak ada informasi calid yang KPK terima terkait meninggalnya buronan tersebut,” tegas Ali Fikri.

Ali Fikri memastikan pihaknya akan terus memburu Harun Masiku. Sebab, bagi KPK yang merupakan lembaga hukum, Harun Masiku belum memiliki dasar yang kuat untuk dinyatakan meninggal.

“Untuk itu KPK tetap melakukan pencarian para DPO KPK baik yang ditetapkan sejak tahun 2017 maupun 2020,” sambungnya.

Senada dengan Ali Fikri, Plt Deputi Penindakan KPK Setyo Budiyanto mengatakan pihaknya masih menganggap mantan caleg PDIP itu masih hidup. Sebab, belum ada bukti valid sampai ke tangan KPK.

“Apakah statusnya MD (meninggal dunia) atau disembunyikan, selama kami tidak melihat jenazahnya di mana, makamnya di mana, kuburannya di mana. Kami menganggap yang bersangkutan saat ini statusnya masih hidup,” tegas Setyo.

Bagi KPK, buronan Harun Masiku adalah ‘utang’ yang harus dibayar. Adapun cara membayarnya adalah dengan segera menangkapnya.

“Ini merupakan salah satu tanggung jawab yang harus kami selesaikan. Kami tuntaskan dengan harapan ‘utang’ ini dari para penyidik harus bisa dibayar dengan cara menemukan, penangkapan kepada HM,” lanjutnya.

Rumah yang Ditempati Harun Sudah Lama Kosong

Diketahui, rumah yang ditempati Harun Masiku bersama istrinya Hilda sudah lama kosong. Rumah tersebut berlokasi di wilayah Bejeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Seorang tetangga Hilda membenarkan hal tersebut. Ia menyebut Hilda, istri Harun Masiku itu sudah jarang terlihat di rumahnya.

“Rumahnya sudah lama kosong itu. Ibu Hilda sudah jarang terlihat di rumahnya,” kata seorang tetangga tersebut.

Tetangga Hilda itu mengaku sempat mengetahui Hilda sesekali mengunjungi rumahnya dalam beberapa bulan terakhir. Namun, setelah mencuat kabar Harun Masiku menjadi tersangka dan buronan KPK, rumah tersebut tidak pernah dikunjunginya lagi.

“Terakhir beberapa bulan lalu dia (Hilda) ke rumahnya sekali-sekali di sini. Tapi sekarang tidak pernah kelihatan lagi,” terangnya.

Lebih lanjut, dia menduga istri buronan KPK itu telah berpindah ke rumah orang tuanya yang berlokasi di Antang, Makassar. Namun, ia mengaku tidak mengetahui lebih lanjut mengenai alamat lengkapnya.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top