News

Harun Yahya, Penceramah Yang Dihukum 1.075 Tahun Penjara

Harun Yahya, Penceramah Yang Dihukum 1.075 Tahun Penjara

This post is also available in: English

Adna Oktar atau yang lebih dikenal dengan nama Harun Yahya merupakan seorang pendakwah asal Turki yang sempat terkenal di Indonesia pada tahun 2000an. Ia populer sebagai pendakwah yang memadukan berbagai isu Sains dengan Islam. Dikutip dari Daily Sabah, Senin (11/1/2021) ia dijatuhi vonis 1.075 tahun penjara oleh pengadilan Istanbul karena kasus spionase hingga pelecehan seksual.

Pria 64 tahun tersebut dibekuk bersama pengikutnya pada 2018 lalu. Oktar harus mendekam di penjara setelah ditetapkan sebagai tersangka atas berbagai tuduhan. Seperti, spionase terhadap militer atau politik, mendirikan sekaligus memimpin organisasi kriminal, hingga membantu sebuah organisasi teroris bernama Gulenist Terror Group atau FETO.

Selain itu, Harun Yahya juga terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap gadis di bawah umur, perampasan hak pendidikan, hingga perekaman data pribadi dan ancaman. Jaksa penuntut mengatakan, ia bersama geng yang dipimpinnya terlibat dalam skema rekrutmen dan melibatkan pencucian otak terhadap perempuan muda sejak akhir tahun 1990an.

“Organisasi itu menggunakan anggotanya yang tampan untuk menipu gadis. Anggota itu lalu memperkosa atau melecehkan gadis tersebut dan memerasnya lebih dulu. Anggota tersebut akan berpura-pura telah merekam video hubungan intim mereka. Selain itu, mereka juga mencuci otak dengan alasan ajaran agama,” terang jaksa dalam dakwaan.

Mengenal Adnan Oktar Alias Harun Yahya

Ia mulai dikenal sebagai pemimpin sebuah organisasi religius kecil di Universitas Istanbul pada 1980an. Oktar berusaha memikat para pemuda Istanbul yang berpengaruh dan kaya dengan mencatut nama Islam. Namanya semakin melambung setelah kerap menyerukan sentiment anti Yahudi, anti Komunisme, dan berbagai teori konspirasi lainnya.

Lihat Juga: Pangeran Arab Saudi Di Vonis Mati, Terbukti Melakukan Pembunuhan

Puncaknya pada 1987 Harun Yahya menerbitkan sebuah buku berjudul Judaism and Freemasonry setebal 550 halaman. Buku tersebut menulis argumentasinya yang mengatakan bahwa orang Yahudi dan Freemason telah menyusup ke institusi negara Turki. Buku yang ditulisnya tersebut sangat laku hingga dicetak hampir 100.000 kali.

Namun tidak lama setelahnya, ia ditahan atas tuduhan mengampanyekan revolusi teokratik oleh pemerintah Turki. Ia mendekam di dalam jeruji besi selama 19 bulan, namun 10 bulan di antaranya ia habiskan di rumah sakit jiwa. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dirinya mengidap gangguan kepribadian obsesif-kompulsif dan skizofrenia.

Harun Yahya Dianggap Sebagai Imam Mahdi

Setelah pembebasannya, kelompok yang ia pimpin ternyata terus berkembang, dan kemudian ia mendirikan Science Research Foundation pada 1990. Bukan hanya menjabat sebagai pemimpin, banyak orang terdekatnya yang percaya bahwa dirinya adalah Imam Mahdi. Dalam Islam Imam Mahdi merupakan sosok penyelamat yang akan memimpin dunia sebelum datangnya Hari Kiamat.

Saat Harun Yahya mulai mengalihkan fokusnya ke dunia Internasional pada tahun 2000an, isu-isu yang dibawanya pun ikut berubah. Secara eksplisit ia menyatakan anti Yahudi dan menobatkan dirinya sebagai anti Darwinis. Ceramahnya disiarkan secara rutin di televisi dan channel pribadinya, A9 TV. Pada 1007, Oktar kembali menerbitkan buku setebal 800 halaman yang berjudul The Atlas of Creation.

Dalam bukunya tersebut ia dengan tegas menolak evolusi Darwin, bahkan buku tersebut ia kirimkan kepada PBB, Kongres Amerika Serikat, dan universitas di berbagai negara.

Memiliki Banyak Wanita

Dilansir dari Daily Sabah, saat pembelaan terakhir pada persidangan Senin (11/1/2021) kemarin, Harun Yahya menolak seluruh tuduhan terhadapnya. Ia membantah tuduhan pelecehan seksual dengan mengatakan bahwa dirinya mempunyai ‘hampir 1.000 pacar’.

Seorang perempuan berinisial C.C mengatakan kepada pengadilan bahwa Oktar telah melakukan pelecehan berulang kali kepada dirinya dan perempuan lainnya. ia juga mengatakan beberapa wanita yang diperkosanya dipaksa untuk minum pil kontrasepsi.

Ketika ditanya tentang temuan polisi berupa 69.000 pil kontrasepsi di rumahnya, Oktar mengatakan bahwa pil tersebut digunakan untuk pengobatan gangguan menstruasi dan penyakit kulit. Ia juga menyangkal tuduhan telah menjalankan organisasi kriminal dengan dalih dirinya memiliki banyak teman.

To Top