News

Heboh Foto Selfie KTP Dijual, Kominfo Tindak Tegas!

Foto Selfie KTP Dijual

Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) menelusuri dugaan foto selfi KTP dijual yang beredar di medsos. Kominfo menyebut bakal mengambil tindakan tegas.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kini tengah menelusuri lebih lanjut soal informasi adanya dugaan penjualan foto selfie KTP secara tak sah yang beredar di platform medsos,” kata Jubir Kominfo, Dedy Permadi kepada awak media, Jumat (25/6/2021).

“Tindakan tegas akan secepatnya kami lakukan usai berkoordinasi lebih lanjut baik internal, ataupun dengan kementerian maupun lembaga terkait,” lanjutnya.

Dedy juga menegaskan pelanggaran terhadap sistem elektronik bisa diberlakukan, menginat adanya perlindungan data pribadi.

“Kami tegaskan lagi bahwa semua Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) wajib mematuhi perundang-undangan yang berlaku. Termasuk terkait pengamanan sistem elektronik serta perlindungan data pribadi. Seluruh bentuk pelanggaran pada ketentuan yang berlaku bakal diproses secara hukum yang berlaku,” tuturnya.

Lihat Juga: Diduga Kebocoran Data 279 Juta WNI Valid

Selain itu, Kominfo juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjaga keaman data pribadi dengan tak menyebarkannya secara sembarangan. Diingatkan juga untuk menjaga keamanan perangkat elektronik yang digunakan untuk penyimpanan data pribadi.

“Kami mengajak masyarakat untuk melapor jika ada konten negatif dan tindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan lain di platorm digital melalui aduankonten.id maupun kontak-kontak aduan lain yang tersebut,” sambungnya.

Kabar duguaan diperjualbelikannya foto selfie KTP ini bermula dari media sosial. Polri pun ikut turun dangan dalam mengusut informasi tersebut.

“Ya dilakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Jumat (25/6/2021).

Ia menjelaskan pihaknya tengah mengajukan masalah ini agar segera diselidiki oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri.

Pelaku Kebocoran Foto Selfie KTP Diduga Pinjol Ilegal

Pratama Persadha, Pengamat Cyber, mengungkapkan terduga pelaku kebocoran foto selfi KTP di medsos.

“Kasus selfie KTP yang dijual ini memang meresahkan. Sebab kasusnya bersamaan atau diikuti dengan tindak kejahatan transfer tanpa diketahui korban ke rekeningnya oleh pinjaman online (pinjol) ilegal,” tuturnya, seperti dikutip dari laman detikNet, Sabtu (26/6/2021).

Menurutnya, modus tersebut digunakan pinjol ilegal untuk melakukan penagihan berbunga tinggi.

Ia mencontohkan, ada kasus yang telah viral di media sosial, di mana korban tak merasa melakukan pinjaman online. Namun transferan pinjol masuk ke rekeningnya dan mulai mendapat tagihan dari dept collector dengan bunga tinggi.

“Jika ditelusuri, asal mula dari kebocoran dan diperjualbelikannya foto KTP selfie yaitu dari vendor yang membantu verivikasi dari beragam aplikasi,” ujarnya.

Tak hanya aplikasi populer seperti dompet digital, aplikasi lain seperti PLN mobile juga membutuhkan foto selfir KTP untuk verivikasi. Untuk memverifikasi ini ternyata membutuhkan vendor sebagai pihak ketiga.

Lihat Juga: Fakta Baru Soal Dugaan Kebocoran Data BPJS Kesehatan

Dalam kasus yang viral sebelumya yaitu ketika pegawai vendor yang akan memverifikasi OVO, ternyata langsung mengontak via WhatsApp kepada orang yang datanya tengah ia verifikasi. Celah inilah salah satu yang dimanfaatkan dengan menjual foto KTP selfie ke pinjaman online ilegal.

Pratama mengungkapkan, sebetulnya terdapat 2 hal yang dilakukan. Pertama pinjol mentrasfer ke rekening pemilik KTP, dengan harapan dapat melakukan tagihan dengan bunga tinggi.

Kemudian yang kedua, pelaku yang mempunyai foto selfie KTP bisa membuka rekening palsu. Lalu mengajukannya ke pinjol dan transfer ke rekening yang telah mereka buat. Kedua hal itu sama-sama merugikan masyarakat.

“Sebab itulah, butuh langkah tegas, baik dari OJK ataupun pihak kepolisian supaya hal ini tak terjadi terus-menerus,” tutupnya.

To Top