News

Heboh Jokowi ‘Didemo’ Anggota Polisi, Begini Kronologinya

Heboh Jokowi ‘Didemo’ Anggota Polisi, Begini Kronologinya

Pengamanan terhadap Presiden RI Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke daerah-daerah sering dilakukan oleh pihak kepolisian. Pengamanan yang dilakukan juga berlapis dengan membaginya ke beberapa ring. Namun, ada pemandangan sedikit berbeda saat Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Lampung pada 2 September 2021.

Pasalnya, publik dibuat heboh dengan beredarnya foto 5 orang anggota polisi yang ‘demo’ ketika Jokowi datang ke Lampung. Pada foto yang beredar di medsos tersebut, tampak kelima polisi itu membawa poster bersama masyarakat saat Jokowi tiba.

Yang tak kalah menghebohkan yaitu, aksi 5 polisi tersebut membentangkan poster yang disertai dengan tulisan yang seolah menyindir kondisi saat ini. Ke-5 poster tersebut masing-masing bertuliskan “penolakan TKA China”, jangan lupakan tragedi KM50”,  “jangan hapus mural”, “penjarakan koruptor” dan “stop hutang negara”.

Terkait hebonya ‘demo’ polisi tersebut, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyampaikan penjelasannya. Ia menuturkan kelima polisi tersebut adalah pasukan pengamanan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Lampung.

“Kita ketahui lintasan yang akan dilewati Presiden tentunya dalam pengamanan ring 2 dan 3 yang merupakan tanggung jawab Polri,” ujar Zahwani, Senin (6/9/2021).

Soal foto pembentangan poster, ujar Zahwani, hal tersebut adalah langkah pengamanan Polri dengan upaya kemampuang transparansi berkeadilan, prediktif dan responsibilitas.

Pada masa pandemi saat ini, tentu tak boleh berkerumun agar tak terjadi penularan virus Corona.

“Dengan langkah tersebut, jadi adanya masyarakat yang membentang poster, kami melakukan pendekatan kepada salah satu orang inisial R yang sudah membawa kurang lebih 100 buah poster. Kami dekati dan memberikan pengertian supaya tak berkerumun di masa pandemi ini,” ucapnya.

Zahwani melanjutkan, ketika anggota melakukan pendekatan persuasif, terlihat sejumlah warga menyambutnya dengan baik. Sehingga anggota kepolisian berfoto bersama R dan poster tersebut untuk disampaikan kepada pimpinan.

“Ketika pemotretan oleh anggota untuk dilaporkan ke pimpinan, R juga sempat meminta foto dan diambilkan oleh stafnya dengan tujuan baik sebetulnya. Tapi, tak lama justru muncul dan beredar foto seolah polisi yang melakukan demo,” terang Zahwani.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top