News

Heboh Paus Kepala Melon Diangkut Dengan Motor Di Bima

Heboh Paus Kepala Melon Diangkut Dengan Motor Di Bima

KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) buka suara terkait viralnya video warga yang mengangkut lumba-lumba menggunakan motor di Bima, NTT. KKP menyebut hewan dilindungi tersebut bukan lumba-lumba melainkan paus kepala melon.

“Dari informasi yang terkumpul, biota laut dilindungi itu terdampar di Pantai Niu, Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Dari hasil pengamatan visual, khususnya pada moncong kepala, kemungkinan besar hewan laut dilindungi itu adalah Paus Kepala Melon bukan lumba-lumba seperti yang diberitakan,” ujar Asisten Khusus Menteri KKP Bidang Hubungan Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto, Minggu (12/9/2021).

Doni menyesalkan aksi warga yang mengangkut paus tersebut. Doni menyebut KKP dan BKSDA NTB, DKP NTB dan DKP Kabupaten Bima telah memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahwa hewan tersebut dilindungi.

“Tindakan cepat serta sosialisasi yang dilakukan di lapangan sesuai komitmen dari MKP (Menteri Kelautan dan Perikanan) Sakti Wahyu Trenggono untuk selalu memastikan kelestarian satwa laut dan keberlanjutan pupulasinya untuk kesejahteraan bangsa serta generasi selanjutnya. Karena, mamalia laut adalah biota laut terancam punah serta statusnya dilindungi penuh secara nasional maupun internasional,” ucap Doni.

Lihat Juga: Heboh Penemuan Bangkai Mirip Hewan Mitologi Gajah Mina

Doni berharap peristiwa serupa tak terulang kembali. Karena ada ancaman berat bagi masyarakat yang menyalahgunakan satwa dilindungi yang tercantum dalam UU No 5 Thn 1990 terkait Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. PP No 7 Thn 1999 terkait Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dan Kepmen KP No. 79/KEPMEN-KP/2018 terkait Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut.

“KKP harap peristiwa serupa tak terulang lagi, ancamannya cukup serius, pelaku dapat dijerat pasal pidana sesuai peraturan UU No. 5 Thn 1990 pasal 21 ayat 2,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, video dua orang pemuda yang mengangkut lumba-lumba hitam viral di medsos. Video itu menarik perhatian sebab lumba-lumba hidung botol yang lalu disebut paus kepala melon yang merupakan jenis biota laut dilindungi.

BKSDA mengatakan warga tidak mengetahui bahwa satwa laut yang diangkut menggunakan motor tersebut adalah biota laut dilindungi. Hewan tersebut diketahui dibawa warga dalam kondisi telah mati.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top