News

Heboh Soal Deklarasi Persatuan Dukun, DPR: Jangan Dianggap Syirik!

Heboh Soal Deklarasi Persatuan Dukun, DPR: Jangan Dianggap Syirik!

Wakil Ketua Komisi DPR RI Marwan Dasopang merespons ‘munculnya’ Deklarasi Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu (3/2/2021) lalu. Marwan menilai maksud dari persatuan dukun adalah persatuan tabib.

“Saya kira yang dimaksud itu sebetulnya tabib ya. Yang bertumpu pada doa-doa kepada Allah, itu merupakan pengobatan selain medis,” kata Marwan, Minggu (7/2/2021).

Marwan menegaskan praktik perdukunan sudah berkembang sejak dulu di Indonesia. Dia meminta semua pihak tak berpolemik terkait Deklarasi Perdunu jika memang berdampak positif bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Marwan pun meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif tentang dukun. Misalnya, kata dia, dengan menganggap dukun sebagai praktik syirik tau perbuatan jahat.

“Jika persatuan itu tujuannya melindungi masyarakat, saya kira tak perlu menjadi polemik. Toh juga sudah berkembang sejak dulu. Jangan lalu menganggap perdukunan sebagai syirik dan perbuatan jahat,” tegasnya.

Wakil Ketua MPR: Jangan Sebut Dukun itu Sesat!

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid juga memberikan respons positif terkait kehebohan Deklarasi Persatuan Dukun Nusantara di Banyuwangi. Jazilul menilai organisasi perkumpulan dukun boleh saja dibentuk dengan syarat tidak mencelakakan orang lain.

“Kami setuju sepanjang untuk kebaikan dan menolong sesama. Malah bagus kalau ada sosiasi profesi dukun, daripada berpraktik liar dan merugikan. Bahkan ada juga kiai yang jadi dukun pengobatan/tabib dan ahli kesaktian dan kanuragan. Yang dilarang itu sihir, santet yang mencelakakan orang dan menyimpang dari tauhid,” kata Jazilul, Minggu (7/2/2021).

Petinggi PKB itu mengajak masyarakat untuk menghargai ‘nait baik’ dari persatuan dukun tersebut. Dia juga meminta semua pihak tidak mudah menyebut dukun sebagai sesuatu yang sesat.

“Kami hargai niat baiknya. Jangan gampang menyatakan dukun itu sesat. Ilmu tabib, rukiah dan ilmu rajah, nujum/perbintangan juga dikenal dalam Islam dan budaya kita,” tegas Jazilul.

Jazilul mengatakan seluruh warna negara Indonesia berhan untuk berkumpul. Oleh karenanya, dia menekankan bahwa Deklarasi Persatuan Dukun Nusantara oleh sekelompok dukun di Banyuwangi boleh-boleh saja dilakukan.

“Negara kita memberikan hak untuk berserikat dan menyatakan pendapat,” lanjut dia.

Tujuan Deklarasi Persatuan Dukun Nusantara

Sebelumnya, sekelompok dukun di Banyuwangi menggelar kegiatan Deklarasi Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Rabu (3/2/2021). Sekretaris Umum Perdunu Ali Nur Fatoni mengatakan Perdunu menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin mengetahui ilmu perdukunan.

“Semoga Deklarasi Perdunu bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Perdunu Nusantara didirikan untuk memberikan edukasi ke masyarakat tentang spesifikasi kemampuang pelaku spiritual. Nantinya yang bergabung akan kita publikasikan keahlian mereka. Bisa tentang medis, psikologis dan masih banyak lagi,” kata Ali, Sabtu (6/2/2021).

Ali menyebutkan tujuan berikutnya dari perkumpulan dukun tersebut merespons kemunculan dukun abal-abal yang menipu masyarakat. Dia berharap kehadiran Perdunu dapat menghindarkan masyarakat terjerumus akan dukun tipu-tipu tersebut.

“Nah ini yang penting. Karena jangan sampai masyarakat tertipu dengan dukun abal-abal. Karena sudah banyak masyarakat yang ditipu dukun dengan modus berbagai cara,” tegas dia.

Selain itu, kehadiran Perdunu, lanjut Ali, untuk mengubah anggapan negatif masyarakat tentang dukun. Dia menyebut saat ini banyak orang, termasuk pejabat, yang pergi ke dukun namun dilakukannya secara diam-diam.

“Banyak orang, pejabat dan masih banyak lagi yang ke dukun. Tapi mereka selalu menyembunyikan hal itu. Dukun atau ahli spiritual itu tugasnya berdoa. Yang menyembuhkan dan mewujudkan semua hanya Tuhan. Tapi mereka (dukun) ikut andil,” sambungnya.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top