News

Hendropriyono Berikan Tamparan Keras Ke Mantan Komnas HAM Soal FPI

Hendropriyono Berikan Tamparan Keras Ke Mantan Komnas HAM Soal FPI

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn.) AM Hendropriyono berbalas sindiran dengan mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai di media sosial, yang bermula dari cuitan Hendropriyono terkait pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI).

Hendropriyono pernah mencuit statment soal pembubaran FPI. Begini cuitannya yang dirangkum:

AM Hendropriyono: Organisasi pelindung ex FPI serta para provokator tunggu giliran.

Tgl 30 Des 2020 masy bgs Indonesia merasa lega, krn menemukan hadiah berbentuk kebebasan dari rasa khawatir yg mencekam sepanjang ini.

Aktivitas FPI sudah dilarang oleh pemerintah, krn terus menjadi jauh dari kehidupan masy Pancasila yg toleran thd perbandingan. Rakyat saat ini dapat berharap hidup lebih tenang, di alam demokrasi yg bergulir semenjak reformasi 1998.

Tidak hendak terdapat lagi penggerbegan thd org yg sdg beribadah, thd kegiatan perkawinan, melarang mnghormat bendera merah putih, razia di cafe- cafe, mini market, toko2 obat, warung makan, mall serta lain lain aktivitas yg main hakim sendiri

Aktivitas kriminal yg terorganisir desigram kedok agama, saat ini sudah dihentikan pemerintah demi tegaknya hukum sekalian disiplin sosial. Cuma desigram disiplin kita bs mncapai stabilitas serta cuma desigram stabilitas kita dpt bekerja, utk menggapai keamanan serta kesejahteraan bersama.

Semangatnya jg mengacu pada fakta keterlibatan 37 anggotanya, dlm aktivitas terorisme. Maksudnya, bila terdapat organisasi lain yg menampung ex anggota FPI, hingga organisasi tsb jg dpt dikenakan sanksi yg sama.

Pula bila masih terdapat oknum yg perkataan ataupun tulisannya bernada menghasut, desigram melanggar UU 5/ 2018, hingga ia dpt dikenakan sanksi krn tindak pidana terorisme.

Para benalu demokrasi merupakan para provokator serta demagog, yg tercantum dlm kejahatan terorganisasi( organized crime).

AM Hendropriyono

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menyindir eks Kepala Tubuh Intelijen Negeri( BIN) Jenderal Tentara Nasional Indonesia(TNI)( Tentara Nasional Indonesia(TNI)) Hendropriyono soal pembubaran ormas Front Pembela Islam( FPI). Dalam cuitannya, Pigai apalagi menanyakan kedudukan mertua KSAD Jenderal Tentara Nasional Indonesia(TNI) Andika Perkasa itu untuk negeri.

” Ortu ingin tanya. Kapasitas Ayah di Negara ini bagaikan apa ya, Penasehat Presiden, Pengamat? Aktivis?. Perkenankan diurus generasi Abad ke 21 yang egaliter, humanis, Demokrat. Kami tidak perlu hadirnya dedengkot tua,” tulis Pigai dalam account [email protected] yang dilansir VIVA 1 Januari 2021.

Baca Juga : FPI Dibubarkan Pemerintah, Ini Sederet Riwayat dan Kontroversinya

Pigai apalagi membocorkan rahasia bila dirinya sempat ditawari beberapa jabatan oleh Hendropriyono, tetapi ia tolak mentah- mentah.“ Sebabnya Wakil Pimpinan BIN& Dubes yang ayah tawar, aku tolak mentah- mentah. Maaf,” kata Pigai dalam cuitannya.

Hendro menanggapi persoalan Pigai tentang kapasitasnya berdialog soal FPI.

” Buat seseorang pejuang tdk terdapat kata menyudahi ananda @NataliusPigai2 Bila negeri dlm bahaya, kita hrs membelanya. Wajib tanpa hitung untung ataupun rugi serta muda ataupun tua.”

Hendropriyono pula berkisah pertemuan awal mulanya berkisah tentang pertemuan awal mulanya bersama Pigai.

” Waktu awal kali kita tahu, kalian merupakan komisioner Komnas HAM. Kita berjumpa di restoran Kunskring di Jalan Teuku Umar. Dgn bergairah kmu menawarkan jasa, utk membela aku dlm permasalahan Talangsari,” tulis Hendropriyono.

” Patriotik serta pintar krn sy dengar kalian mengkritik ilham separatisme desigram mngatakan, bhw sepatutnya bercita- cita jadi Presiden RI daripada cuma sbg Presiden Papua.”

Walaupun demikian, Hendro memperhitungkan, saat ini terdapat yang berganti dari wujud Pigai yang ia tahu dahulu.

” Sehabis lama tidak berjumpa serta kmu bukan penguasa lagi, kalian berganti 180 derajat. Tidak hanya patriotisme serta kepandaianmu, moralmu pula sangat merosot. Sopan santun serta ide budimu sirna, krn ditelan kekecewaan sbg penganggur yg tidak terakomodasi di tempat yg kmu mau.”

” Seluruh kata yg keluar dri mulutmu merupakan ungkapan dari pikiranmu. Seperti itu sebabnya sy bs bilang kalian bukan Pigai yg dahulu lagi.”

Hendro pula menjawab perkataan Pigai yang menyebutnya bagaikan dedengkot tua.

” Terimkasih atas pnghinaanmu kpd sy sbg org tua, yg tdk sempat menyakiti kalian. Sy berhrap supaya pikiranmu jgn ksana kmari terus, utk mncari pengakuan ataupun peran. Pegang teguh prinsip. supaya lbh bnyk orang menghargai kalian, shg kmu mndapat tmpt yg terhormat di warga”

” Demikian Pigai, mudah- mudahan kita masih dapat berjumpa lagi, saat sebelum usia tdk memungkinkannya. Salam serta selamat tahun baru 2021.”

Menarik membaca statment serta pembelaan kedua belah pihak. Dalam perjalanannya, militer serta komnas HAM memanglah senantiasa terbalik. Untuk pejuang, kehormatan negeri merupakan yang utama, lagi untuk komnas HAM, mereka cuma mementingkan nyawa. Sama dengan film drakor bertajuk” descendant of the sun”. Di mana si laki- laki bagaikan tentara wajib mematuhi perintah komandan dalam melaksanakan startegi perang. Tetapi untuk wanita yang menjabat bagaikan dokter, keselamatan nyawa merupakan yang utama walaupun melanggar ketentuan diplomatik sekalipun. Membicarakan maslaah kemanusiaan antara militer serta pegiat HAM ataupun tenaga kedokteran tidak hendak sempat menemui titik cerah sebab mempunyai sisi pandang berbeda.

Baca Juga : CCTV di Lokasi Penembakan Laskar FPI Ternyata Aktif dan Komnas HAM Sudah Tonton, Ini Hasilnya!

Tetapi, kita setuju semacam kata AM Hendropriyono kalau keselamatan NKRI ialah perihal utama. Dibalik sisi kemanusiaan yang diberikan pada simpatisan FPI, negeri wajib senantiasa berjaga dari pergerakan mereka yang sering melawan hukum. Mahfud MD sendiri apalagi memutar video pentolan FPI menunjang serta berbaiat pada ISIS sebanyak 5 kali. Maksudnya ini bukan cuma soal HAM semata, tetapi terdapat pertaruhan generasi bangsa mendatang. Bila hari ini FPI tidak dibubarkan dengan alibi HAM. Ditakutkan dikemudian hari dikala pemimpin berubah, ormas ini betul- betul berganti jadi ormas teroris yang dapat menghancurkan bangsanya sendiri.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top