News

Hillary Brigitta Lasut Kirim Surat ke Jenderal Dudung Abdurachman Batalkan Pengaman TNI

Hillary Brigitta Lasut Kirim Surat ke Jenderal Dudung Abdurachman Batalkan Pengaman TNI

Anggota DPR RI termuda, Hillary Brigitta Lasut, yang sempat mengirim surat kepada KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman untuk meminta pengamanan militer kini membatalkan permintaanya tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna, seperti yang tertulis dalam laman tniad.mil.id. Kadispenad mengatakan Hillary Brigitta Lasut telah menarik dan membatalkan surat permohonan tersebut melalui Surat Nomor: 125/S.E./DPR-RI/HBL/XII/2021 tertanggal 3 Desember 2021.

Penjelasan Hillary Brigitta Lasut

Sebelumnya Hillary sempat mengatakan alasannya meminta pengamanan dari TNI kepada Dudung Abdurachman ketimbang polisi. Ia menuturkan dirinya mendampingi masyarakat dalam sejumlah kasus yang bersinggungan dengan Polri jadi dirinya berusaha menghindari konflik kepentingan.

“Saya pikir sebab banyak kasus masyarakat Sulut yang saya kawal di kepolisian, saya merasa takutnya jangan sampai ada conflict of interest, yang nanti dapat membatasi saya mengurus kepentingan rakyat saya, nanti kelihatan tak etis,” tuturnya.

Dia menuturkan tak berkomunikasi politik langsung dengan KSAD Jenderal Dudung. Menurutnya, permintaan pengawalan tersebut disampaikan melalui surat yang dikirim oleh stafnya.

“Jadi saya tak ada komunikasi politik dengan Pak Dudung, hanya staf saya menyurat meminta bantuan BKO,” terangnya.

Lihat JugaPernyataan Lantang Letjen Dudung, Dari FPI Hingga ‘Semua Agama Benar’

Hillary Brigitta Lasut juga menyampaikan tak ada balasan dari Jenderal Dudung soal surat tersebut. Tetapi ia memastikan memperhatikan kesejahteraan anggota TNI yang diminta mengawal dirinya.

“Tidak direspons, hanya dibantu proses aja, saya tanggung kesejahteraan prajuritnya,” kata Hillary.

Dilaporkan sebelumnya, anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut mengaku dirinya meminta bantuan pengawalan TNI. Permintaan itu ia sampaikan dengan menghubungi Jenderal Dudung Abdurachman.

“Banyak yang tanya terkait apakah betul saya minta ajudan atau bantuan pengamanan TNI. Betul, saya menyurat ke KSAD untuk memohon bantuan pengamanan sesuai aturan Permen No 85 Tahun 2014,” terang Hillary melalui akun Instagram-nya, seperti dikutip Kamis (2/12/2021).

Dia mengaku sejak lama mempertimbangkan bantuan pengamanan dari TNI karena secara fisik dan mental pasti siap untuk setiap kondisi darurat. Hillary Brigitta Lasut mengaku terlalu sering merepotkan Kapolri jika meminta bantuan tersebut kepada kepolisian.

“Soal banyaknya kasus masyarakat kecil di Sulut yang saya kawal, saya merasa lebih nyaman kali ini minta bantuan TNI,” lanjutnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top