News

Hina Presiden dan Kapolri, Pelaku Digelandang Polisi

Hina Presiden dan Kapolri, Pelaku Ditangkap Polisi

Menghina Presiden Jokowi dan Kapolri Tito Karnavian kembali dilakukan oleh pemuda asal Bangil, Pasuruan Jawa Timur, sehingga harus berurusan dengan kepolisian.

Kasus yang dilakukan warga Bangil ini sedikit berbeda. Pelaku yang diketahui bernama Haidar, 21, warga Jalan Layur Kelurahan Gempeng, Bangil Pasuruan, menghina dua pejabat negara dengan membuat meme dan di upload di Instagram. Hinaannya bahkan cenderung mengarah pada ujaran kebencian.

Informasinya, ujaran kebencian lewat media sosial instagram itu sudah dilakukanya sejak bulan Juli 2017 yang lalu. Saat itu tersangka yang merasa prihatin dan tidak suka gaya pemerintahan sekarang ini langsung melampiaskannya lewat media sosial.

“Tersangka ini telah menghina pejabat negara dan simbol negara lewat meme dan kata-kata yang tak pantas lewat akun instagram Haidar_bsa,” ujar Barung kepada awak media, kemarin (9/10).

Barung menambahkan bahwa penangkapan terhadap tersangka ini bermula dari adanya laporan masyarakat. Kemudian polisi sudah memantau akun instagram tersebut sejak tiga bulan. Dalam akun tersebut salah satu postingannya yaitu menghina Jokowi sebagai antek komunis dan Jenderal Tito Karnavian sebagai DN Aidit era baru.

Sementara itu Kasubdit II Perbankan Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana menjelaskan bahwa tersangka ditangkap di rumahnya Sabtu (7/10) lalu.

“Tersangka kami amankan dari rumahnya. Menurut pengakuannya, dia menggunakan sarana i Phone 7 miliknya untuk menyebarkan ujaran kebencian itu,” ungkap Ari saat rilis di Humas Polda Jatim.

Ari melanjutkan bahwa tersangka ini mengambil meme ujaran kebencian itu dari internet. Kemudian oleh tersangka meme tersebut di posting di akun instagram miliknya yang memiliki follower sebanyak 7.078 pengikut.

“Tersangka mengambil gambar meme ini dari internet. Namun saat diposting, yang membuat caption adalah tersangka sendiri,” ucap perwira menengah dengan dua melati di pundaknya itu.

Menurut pengakuan Haidar, dia nekat melakukan hal itu karena emosi dengan kondisi pemerintahan saat ini yang banyak merugikan masyarakat dan tidak berpihak kepada umat Islam.

“Saya emosi dan dengan spontan melakukan hal itu. Sudah puluhan kali saya upload,” aku Haidar sambil menutupi mukanya.

Dari penangkapan itu Unit IV Cyber Crime berhasil menyita barang bukti sebuah i Phone 7 type 17845 warna hitam yang digunakan sarana dan satu bendel screen shoot akun instagram atas nama Haidar_bsa.

“Tersangka dijerat Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukumanya maksimal enam tahun kurungan penjara,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top