News

Hubungan Cak Imin dan PBNU Menghangat, Suara PKB Berpotensi Tergerus di Pemilu 2024

Hubungan Cak Imin dan PBNU Menghangat

Hubungan Cak Imin dan PBNU dikabarkan tengah menghangat, kenapa?

Hubugngan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PBNU belakangan ini dikabarkan tengah menghangat. Hal tersebut berawal saat Ketua PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyebut PKB mempunyai sekitar 13 juta pendukung.

Menurut dia, jutaan pendukung tersebut tak terpengarung oleh siapa pun, termasuk Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Konflik Cak Imin dan PBNU Berpotensi Menurunkan Suara PKB

Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menganggap pernyataan Cak Imin merupakan bentuk kesombongan. Cak Imin, kata Jamiluddin, tak dapat menampik bahwa sumber suara terbesar PKB merupakan warga NU.

Sehingga menghangatnya hubungan Cak Imin dan PBNU berpotensi menurunkan suara PKB di Pemilu 2024. Suara warga NU berpotensi beralih ke PPP.

“Memang setelah pengurus baru PBNU, kelihatan tidak harmonis hubungan dengan PKB, padahal kita tahu basis kuat PKB itu kan massa NU,” ujar Jamiluddin seperti mengutip laman CNNIndonesia, Selasa (3/5/2022).

Dia khawatir suara PKB akan tergerus pada Pemilu 2024 apabila Cak Imin tetap berkonflik dengan PBNU. Apalagi, sambung dia, warga NU mempunyai budaya kepatuhan pada kiai.

Apabila hal tersebut terjadi, tentu akan jadi angin segar untuk partai lainnya, khususnya bagi PPP. Dia menyebut selama ini kedua partai saling berebut suara dari warga NU.

Warga NU dari generasi muda, kata dia, cenderung memilih PKB sedangkan pemilih dari Nahdliyin yang berusia lanjut, cenderung memilih PPP.

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan pernyataan Cak Imin tentang 12 juta suara solid masuk akal.

Lihat Juga: Peluang Duet Prabowo dan Cak Imin, Apa Kata Gerindra?

Hal itu mungkin terjadi sebab suara warga NU di PKB sudah sejak lama digarap, jadi tak akan tergoyahkan.

“Mungkin karena basis lama PKB sudah digarap sejak lama, karena PKB di bawah Cak Imin juga sudah lama, maka bisa saja suara itu solid, karena memang sudah diurus dengan saksama oleh PKB. Bisa jadi suara itu tidak terhindar meski NU tidak dukung PKB,” tutur Ujang.

Selain itu, dia juga mengatakan selama ini suara NU juga banyak tersebar di partai lain, bukan saja PKB. Bahkan PKB tak mendapatkan 50% suara dari warga Nahdliyin. Hal tersebut, sambung ujang, dibuktikan dengan perolehan suara di Pemilu 2019.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top