News

Indonesia Terancam Sanksi Doping, Apa Penyebab Dan Dampaknya?

Indonesia Terancam Sanksi Doping, Apa Penyebab Dan Dampaknya?

Indonesia terancam sanksi doping dari WADA (Badan Antidoping Dunia). Penyebabnya karena Indonesia dinilai tak mampu memenuhi rencana jumlah tes doping tahunan. Sanksi ini tentu dapat mengancam posisi Indonesia sebagai tuan rumah beberapa turnamen internasional.

Mengutip dari Kompas, Senin (11/10/2021), WADA mengungkapkan, ada 5 organisasi yang dinilai tak memenuhi syarat entidoping dunia. 5 organisasi tersebut adalah NADO  (National anti-Doping Organization) dari Indonesia, Thailand, Korea Utara dan Federasi Bola Basket Tuli Internasional serta Federasi Gira Internasional.

Disampaikan, sanksi tersebut akan membuat Indonesia tak memenuhi syarat untuk menjadi tuan rumah sejumlah kejuaraan, baik tingkat regional maupun dunia selama 1 tahun dan dapat diperpanjang.

Penjelasan LADI

Terkait ancaman sanksi dari Badan Anti-doping Dunia, WADA, Wakil Ketua LADI dr Rheza Maulana mengatakan karena misskomunikasi. LADI sendiri merupakan satuan tugas di Kemenpora Nasional yang membantu Menteri dalam melaksanakan ketentuan anti-doping di Indonesia. Satuan tugas ini terafiliasi dengan WADA dan lembaga antidoping regional serta bersifat mandiri. Dalam pelaksanaan tugasnya LADI bertanggung jawab kepada Menteri Pemuda dan Olahra (Menpora) RI.

Menurut Rheza, LADI tidak bisa memenuhi target doping tahunan dikarenakan kendala pandemi COVID-19. Namun, pihak LADI tak menjelaskan target dan realisasi jumlah tes doping, termasuk jumlah yang bakal dikirim dari ajang PON.

Tetapi berdasarkan surat klarifikasi dari Kemenpora RI ke WADA, LADI rencananya akan mengirim 700 sampel dari tes doping PON. Pada 2021, LADI rencananya akan mengambil 300 tes doping, tapi saat ini jumlah maksimum tes doping di kuarter I dan II baru mencapai 72 sampel.

Penjelasan Kemenpora RI

Menpora Zainudin Amali menuturkan, pemerintah bersama LADI telah mengirimkan surat klarifikasi kepada WADA. Seperti LADI, pihaknya juga menyampaikan ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi tes doping RI dikarenakan pandemi COVID-19. Karena situasi pandemi, seluruh ajang olahraga terhenti. Hal itulah yang menurut Menpora menjadi penyebab tes doping RI tak sesuai rencana.

“Saya sudah mengirimkan surat klarifikasi, saya optimis sanksi doping tak perlu dijatuhkan,” jar Zainudin melalui konferensi pers virtual.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top