News

Indrasari Wisnu Wardhana, Dirjen Perdagangan Luar Negeri yang Jadi Tersangka Kasus Ekspor Minyak Goreng

Indrasari Wisnu Wardhana, Dirjen Perdagangan Luar Negeri yang Jadi Tersangka Kasus Ekspor Minyak Goreng

Berdasarkan website resmi Kementerian Perdagangan (Kemendag), jabatan Dirjen Perdagangan Luar Negeri diduduki oleh Indrasari Wisnu Wardana.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan seorang berinisial IWW yang diketahui menjabat sebagai Dirjen Perdagangan Luar Negeri di Kemendag sebagai tersangka kasus dugaan korupsi ekspor CPO (Crude Palm Oil) atau minyak goreng.

Diketahui, Indrasari berkantor di Gedung Utama Kemendag Lantai 9 yang berada di Jl MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat.

Dari hasil penelusuran, Indrasari Wisnu Wardhana juga menjabat sebagai Plt Kepala Bappebti Kemendag.

Sebagai Plt Kepala Bappebti, Indrasari bertugas untuk menyelenggarakan perumusan serta pelaksanaan kebijakan pada bidang pengembangan, pembinaan dan pengawasan perdagangan berjangka komoditas, sistem resi gudang dan pasar lelang komoditas.

Indrasari Wisnu Wardhana juga pernah diperiksa oleh KPK sebagai saksi dalam kasus suap impor ikan di Perum Perindo. Saat itu dia diperiksa untuk mantan Dirut Perum Perindo Risyanto Suanda yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Lihat Juga: Dirjen Perdagangan Luar Negeri Resmi Jadi Tersangka Kasus Kelangkaan Minyak Goreng!

Selain itu, dia juga pernah menjadi saksi dalam kasus suap impor bawang putih. Dalam kasus itu, I Nyoman Dhamantra yang merupakan mantan anggota DPR RI Fraksi PDIP ditetapkan sebagai tersangka.

Peran Indrasari Wisnu Wardhana dalam Kasus Ekspor CPO

Jaksa Agung ST Burhanuddin menjelaskan peran Indrasari yang baru saja dijadikan sebagai tersangka. Burhanuddin mengatakan tersangka yang disebut berinisial IWW berperan untuk menerbitkan persetujuan ekspor CPO serta produk turunannya kepada ekportir.

Padahal seharusnya izinnya ditolak sebab tak memenuhi syarat, yakni sudah mendistribusikan CPO serta RBD palm oil tak sesuai dengan harga penjualan di dalam negeri alias DPO. Tak mendistribusikan CPO dan RBD ke dalam negeri yang sebetulnya merupakan kewajiban dalam DMO, yakni 20% dari total ekspor.

"Adanya permufakatan antara pemohon dan pemberi izin dalam proses penerbitan persetujuan ekspor," jelas Burhanuddin lewat konferensi pers virtual, Selasa (19/4/2022).

Lihat Juga: Imbas Minyak Goreng Langka, Ombudsman hingga KPK Akan Turun Tangan

Sementara itu, tiga tersangka lain dari pihak swasta juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah SMA (Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG)), MPT (Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia), PTS (General Manager bagian General Affair PT Musim MAS).

Ketiga tersangka swasta itu juga rutin berkomunikasi dengan Indrasari Wisnu Wardhana terkait izin ekspor produk tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top