News

Ini Isi Surat Yang Membuat Sri Bintang Pamungkas Ditangkap

Ini Isi Surat Yang Membuat Sri Bintang Pamungkas Ditangkap

Sri Bintang Pamungkas ditangkap pihak kepolisian terkait dugaan makar. dia dan delapan orang lainnya Rahmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet telah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat penangkapan, Ernalis yang merupakan istri dari Sri Bintang Pamungkas merasa kaget. Di Kediamannya didatangi oleh beberapa orang dan memperkenalkan diri sebagai polisi Polda Metro Jaya dan mengatakan maksud dari kedatangannya yaki menangkap suaminya ‘Sri Bintang P’ atas tuduhan makar.

Saat itu Sri Bintang Pamungkas sedang duduk santai ditemani dengan segelas kopi. “Bapak Nego dulu, bapak mau lihat adakah surat penangkapan. Dikasih suratnya, tapi langsung diambil,” ucap Ernalis.

Pada pukul 06.30 WIB, Sri Bintang Pamungkas langsung digelandang ke Polda Metro Jaya, akan tetapi suami mengabarkan bahwa ia dibawa ke Brimob Kelapa Dua Depok.

“Rencananya dibawa ke Polda. Tapi sekitar 5 menit kemudian bapak bilang akan dibawa ke arah Brimob,” kata Ernalias.

Ernalis yakin tudingan makar terhadap suaminya itu tidak benar. Terkait adanya surat yang disebut sebagai upaya makar, Ernalis menjelaskan, bahwa pada tanggal 1 Desember suaminya itu bukan terlibat kegiatan, tapi mengantar surat ke DPR-MPR dan Markas TNI di Cilangkap.

“Habis ngetik, paginya salat, bangun (untuk) ngeprint (tapi) tinta habis. Pergi keluar ngeprint di luar. Suratnya dibawa sendiri ke DPR, MPR dan TNI di Cilangkap. Waktu nganter surat (ditemani) sama Dahlia Zein, masih saudara saya,” kata dia.

Erlina sempat menyampaikan isi surat yang disampaikan Sri Bintang tersebut ke wartawan. Berikut isi surat:

Kepada Yth.:
Pimpinan
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
d/a Gedung DPR/MPR-RI
Jl. Jenderal Hatot Soebroto
Jakarta Selatan

Dengan hormat,

Bersama ini, kami dari kelompok Gerakan Nasional People Power Indonesia, yang merupakan gabungan dari beberapa exponen aktivis, sehubungan dengan situasi tanah air sekarang ini, sudah menyampaikan keinginan kami meminta kesediaan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk memanggil Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia guna menggelar Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (SI-MPR RI) sesegera mungkin. Yaitu, dengan maksud menyelesaikan persoalan-persoalan Negara yang dari hari ke hari semakin berbahaya bagi kelangsungan jalannya Negara Kesatuan Republik Indonesia

Adapun tujuan akhir dari SI-MPR RI itu adalah untuk menghasilkan Ketetapan-ketetapan MPR-RI yang meliputi:

  1. Menyatakan berlakunya kembali Undang-Undang Dasar 1945 Asli di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Mencabut Mandat Presiden dan Wakil Presiden RI yang sekarang, masing-masing dijabat oleh Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
  3. Mengangkat Penjabat Presiden Republik Indonesia yang baru, yang sekaligus menjadi Ketua Presidium Republik Indonesia dengan wewenang menyusun Pemerintah Transisi Republik Indonesia

Demikian permintaan kami, dengan harapan MPR-RI dapat memenuhinya dengan segera. Terimakasih atas segala perhatian dan kesediaannya.

Hormat saya,

Sri-Bintang Pamungkas

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top