News

Internal PPP Menghangat, Suharso Monoarfa Didesak Mundur dari Ketua Umum

Suharso Monoarfa Diminta Mundur dari Jabatan Ketua Umum PPP

Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah mengalami gejolak menjelang Pemilu 2024. Baru-baru ini, tiga pimpinan majelis di DPP PPP meminta Ketua Umum Suharso Monoarfa untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Desakan tersebut disampaikan melalui sebuah surat yang ditandatangani oleh Ketua Majelis Syariah DPP Mustofa Aqil Siraj, Ketua Majelis Perimbangan DPP Muhamad Mardiono dan Ketua Majelis Kehormatan Zarkasih Nur.

para pemimpin majelis mengatakan Suharso harus mundur sebab kondisi internal partainya yang sudah tak kondusif. Kegaduhan internal, salah satunya disebabkan oleh pidato Suharso di KPK pada 15 Agustus 2022 lalu. Dalam pidatonya tersebut, Suharso menyinggung pemberian sesuatu saat bersilaturahmi atau sowan ke para kiai.

Ketiga anggota majelis DPP tersebut menilai pidato Suharso tidak pantas dan kesalahan bagi seorang pemimpin partai Islam.

“Yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan mengedepankan akhlak mulia, khususnya terhadap para ulama dan kiai yang merupakan panutan umat Islam di Indonesia,” tulis ketiganya dalam surat tersebut.

Lihat Juga: Suharso Monoarfa Didesak Mundur dari Jabatan Ketua Umum PPP

Sebagai informasi, Suharso Monoarfa sempat menyampaikan pembekalan antikorupsi pada pengurus partainya di KPK. Dalam pidatonya, Suharso menceritakan pengalaman pribadinya ketika mengunjungi pesantren untuk meminta doa dari sejumlah ulama.

“Waktu saya Plt. Ini demi Allah dan Rasul-Nya terjadi. Saya datang ke kiai itu dengan beberapa kawan, lalu saya pergi begitu saja. Ya, saya minta didoain kemudian saya jalan. Tak lama kemudian saya dapat pesan di WhatsApp, Pak Plt, tadi ninggalin apa enggak untuk kiai?” ujar Suharso.

Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani pun telah meminta maaf atas pernyataan Suharso tersebut.

Kader PPP Lakukan Demonstasi

Pimpinan majelis juga mengatakan alasan lain Suharso harus mengundurkan diri adalah karena banyaknya demonstrasi kader-kader partainya yang berlanjut hingga kini di daerah-daerah.

Demo tersebut dilakukan karena beberapa keputusan DPP atas haris forum permusyawaratan partai, baik tingkat musyawarah wilayah atau musyawarah cabang. Selain itu, muncul juga dugaan gratifikasi yang dilaporkan sebagai tindak korupsi ke KPK.

Lihat Juga: Golkar-PAN-PPP Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu Jelang Pemilu 2024

“Sebanyak tiga majelis di DPP PPP menyatakan bahwa demonstrasi seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam perjalanan sejarah PPP dan telah menurunkan muruah PPP sebagai partai politik Islam,” tulis tiga majelis dalam suratnya.

Diketahui, rentetan aksi demonstrasi dilakukan oleh para simpatisan partai tersebut di sejumlah daerah. Mereka mendatangi kantor partai di daerahnya karena tidak puas dengan kepemimpinan Suharso.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top