News

Interupsi Diabaikan Puan, Legislator PKS: Bagaimana Mau Jadi Capres?

Interupsi Diabaikan Puan, Legislator PKS: Bagaimana Mau Jadi Capres?

Interupsi anggota DPR dari Fraksi PKS Fahmi Alaydroes diabaikan oleh Puan Maharani yang merupakan Ketua DPR saat rapat paripurna. Agenda dalam rapat tersebut adalah persetujan Jenderal Andika Perkasa sebagai pengganti Panglima TNI.

Fahmi menuturkan dirinya akan menjelaskan beberapa hal. Salah satunya terkait pertahanan negara dan Permendikbud.

“Masalah yang terkait dengan pentingnya pertahanan negara (tugas panglima) dan pertahanan moral bangsa, mengenai Permendikbud-Ristek Nomor 30/2021 (tugas Kemenderian Pendidikan dan Kebudayaan-Ristek) kata Fahmi dilansir detikcom, Senin (8/11/2021).

Menurut Fahmi Permendikbud No 30/2021 tersebut memicu keresahan. Ia mengatakan belasan ormas merasa keberatan dengan Permendikbud tersebut.

“Permendikbud itu sudah menimbulkan keresahan di sebagaian rakyat. Belasan ormas, akademisi, dosen keberatan dengan Permendikbud itu,” jelasnya.

Lihat Juga: UU KPK Banyak Typo, DPR: Biasa Itu mah, Biasa

Percakapan Puan Dan Fahmi Di Akhir Interupsi

Puan: Dengan demikian selesailah rapat paripurna kali ini

Fahmi: Interupsi pimpinan, interupsi pimpinan

Puan: kami ucapkan terima kasih kepada yang terhormat para anggota dewan dan hadirin sekalian atas pertemuan dan kesabarannya dalam mengikuti rapat paripurna hari ini

Fahmi: Saya minta waktu pimpinan interupsi

Puan: Perkenankan kami menutup rapat paripurna

Fahmi: Pimpinan saya minta waktu!

Puan: Dengan mengucapkan Alhamdulillah

Fahmi: Pimpinan mohon maaf saya minta waktu

Puan: Wassalammualaikum

Fahmi Sindir Puan Maharani

Interupsi Fahmi Alaydroes yang diabaikan itu akhirnya berujung celetukan. Ia menyindir Ketua DPR RI itu terkait pencalonan presiden. Sindiran tersebut terjadi saat momen Puan mengakhiri rapat paripurna. Fahmi yang saat itu melakukan interupsi namun tidak digubris oleh Puan.

Ketua DPR RI itu tetap mengetuk palu walaupun Fahmi sedang meminta interupsi. Setelah palu diketuk untuk menutup rapat, Fahmi pun melontarkan sindiran terhadap politikus PDIP tersebut.

“Gimana mau menjadi capres!” ujar Fahmi.

Lihat Juga: Kata PDIP Soal Deklarasi Ganjar Hingga Puan: Terlalu Dini

Respons Utut Adiyanto

Ketua Fraksi PDIP Utut Adiyanto menerangkan alasannya menghampiri Fahmi. Ia menyampaikan pimpinan sidang yaitu Puan Maharani mempunyai hak apakah interupsi diterima atau ditolak.

“Yang memimpin sidang itu berhak, interupsi diterima ataukah tidak,” kata Utut.

Menurutnya, agenda rapat tersebut hanya mengesahkan persetujuan DPR soal calon Panglima TNI. Utut juga mengatakan interupsi dapat disampaikan pada rapat paripurna lainnya.

“Tadi di awal sudah dibilang, agendanya tunggal, yaitu terkait laporan Komisi I soal panglima TNI, kan sudah. Interupsi dapat di tempat lainnya, agar kesakralannya dapat dijaga,” papar Utut.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top