News

Istana Angkat Bicara Soal Dukungan Jokowi 3 Periode

Istana Angkat Bicara Soal Dukungan Jokowi 3 Periode

Juru bicara Presiden Fadjroel Rachman angkat bicara terkait munculnya dukungan Jokowi 3 periode dari relawan JokPro 2024. JokPro mendorong Jokowi kembali maju di Pilpres 2024 dan menggandeng Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Selaku pihak Istana, Fadjroel mengingatkan kembali bahwa Jokowi sudah beberapa kali menolak ide presiden 3 periode.

“Mengingatkan kembali, Presiden Joko Widodo tegak lurus konstitusi UUD 1945 dan setia terhadap reformasi 1998,” kata Fadjroel, Sabtu (19/6/2021).

Fadjroel kemudian mengutip pernyataan Jokowi yang menolak ide presiden 3 periode pada 2019 lalu. Dikatakan oleh Jokowi saat itu, pihak yang mendengungkan gagasan presiden 3 periode seperti menampar dan menjerumuskan dirinya.

“Penegasan Presiden Jokowi menolak wacana presiden 3 periode, yang pertama pada 12/2/2019, “ada yang omong presiden dipilih 3 periode itu ada tiga (motif) menurut saya. Satu, ingin menampar muka saya. Yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka. Yang ketiga, ingin menjerumuskan. Itu saja,” kutip Fadjroel dari pernyataan Jokowi pada 2019 lalu.

Jubir Presiden itu juga mengutip pernyataan Jokowi yang kembali menegaskan dirinya menolak wacana presiden 3 periode. Dikatakan oleh Jokowi saat itu, dirinya tidak memiliki niat dan minat maju kembali sebagai calon presiden.

“Yang kedua, pada 15/3/2021, “saya tidak ada niat, tidak ada juga berminat menjadi presiden 3 periode. Konstitusi mengamanahkan 2 periode. Itu yang harus kita jaga bersama. Janganlah membuat gaduh baru, kita sekarang fokus pada penanganan pandemi,” kutip Fadjroel dari pernyataan Jokowi, beberapa bulan yang lalu.

Ide Jokowi 3 Periode Hancurkan Semangat Reformasi

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut wacana Jokowi-Prabowo untuk 2024 menghancurkan semangat reformasi. Adi merasa heran dengan relawan yang ‘mengipas-ngipasi’ ide presiden 3 periode meski ditolak keras oleh Jokowi.

“Ini menghancurkan semangat reformasi yang ingin mengamputasi jabatan presiden tak terbatas Orba (Orde Baru). Jelas menjadi langkah mundur demokrasi. Padahal, Jokowi berulang kali nolak keras tak mau dicalonkan lagi. Masih saja ada yang ngipas-ngipasin,” kata Adi, Jumat (18/6/2021).

Adi kemudian melontarkan sindiran terkait wacana presiden 3 periode. Dia mempertanyakan mengapa pihak yang melantangkan wacana itu tidak sekalian merombak sistem politik secara besar-besaran, misalnya mengusulkan masa jabatan presiden seumur hidup.

“Kalau usul merombak sistem politik, jangan tanggung. Sekalian saja jabatan presiden seumur hidup seperti raja. Jabatan diwariskan turun-temurun. Presiden dipilih MPR. Kepala daerah ditunjuk Presiden. Berlakukan kembali GBHN dan seterusnya. Tak usah malu-malu kalau usul jabatan lama, sekalian saja lama,” tegasnya.

Pengamat politik itu pun merasa heran dengan para mantan aktivis reformasi yang mendorong ada batasan masa jabatan presiden tidak menyuarakan penolakan wacana presiden 3 periode.  Dia berharap para aktivits itu mengemuka melantangkan penolakan wacana presiden 3 periode.

“Banyak elite di negara ini, baik yang jadi dewan dan pengurus partai yang sangat bangga menyebut dirinya aktivis reformasi 98, mantan demonstran dan mantan aktivis Cipayung, tapi tak terdengar suara lantang mereka soal jabatan 3 periode presiden,” sambungnya.

Sebelumnya, M Qodari selaku pelantang ide Jokowi 3 periode menyebut sejumlah relawan membentuk secretariat JokPro untuk mendorong Jokowi-Prabowo maju di Pilpres 2024. Qodari bahkan berharap idenya menyebar ke seluruh daerah di Indonesia.

“Saya orang yang percaya kalai ide dan gagasan itu harus punya kaki. Kakinya itu berupa organisasi dan lembaga yang akan menyebarkan ide dan gagasan Jokowi-Prabowo ini ke seluruh Indonesia, 34 provinsi, 514 kabupaten/kota bahkan sampai ke luar negeri,” ucap Qodari, Jumat (18/6/2021).

To Top