News

Muncul Isu Puan Maharani Ditawari Jadi Wapres, Ini Kata PDIP

Muncul Isu Puan Maharani Ditawari Jadi Wapres, Ini Kata PDIP

Muncul isu adanya upaya menawari Ketua DPR RI Puan Maharani menggantikan Ma’ruf Amin sebagai Wapres. Upaya ini, dikatakan oleh Puan sendiri, merupakan bagian dari cara menggoyahkan sikap PDIP yang saat ini kukuh menolak penundaan Pemilu 2024.

PDIP, melalui Hasto Kristiyanto, angkat bicara menanggapi kemunculan isu tersebut. Hasto menyatakan partainya saat ini sedang berfokus menyiapkan proses Pemilu 2024.

“Kami sekarang konsentrasi persiapan Pemilu 14 Februari 2024 saja. Terkait capres dan cawapres itu Megawati Soekarnoputri yang akan memutuskan pada momentum yang tepatm” kata Hasto, Rabu (23/3/2022).

Sekjen PDIP itu menegaskan pihaknya tidak memusingkan merespons isu adanya upaya menawari Puan Maharani menggantikan Ma’ruf Amin sebagai Wapres. Menurut dia, analisis boleh saja disampaikan di negara yang menganut sistem demokrasi seperti Indonesia.

“Seluruh analisis boleh saja disampaikan karena ini negara demokrasi. PDI Perjuangan berkomitmen penuh mengikuti seluruh tahapan Pemilu. Dan, pada akhirnya rakyatlah yang berdaulat untuk menentukan siapa pemimpinnya. Jadi pilihan untuk lebih memilih bergerak ke bawah bersama rakyat merupakan jalan terbaik untuk memenangkan Pemilu,” terang Hasto.

Hasto mengatakan seseorang harus berproses melalui Pemilu apabila ingin menjadi pemimpin nasional. Rakyatlah, lanjut dia, yang akan menyampaikan dukungan sehingga pemimpin itu dinyatakan secara sah.

“Dengan demikian, untuk menjadi pemimpin nasional memang harus berproses melalui Pemilu, melalui dukungan rakyat secara sah dan di situlah legalitas dan legitimasi pemimpin akan diperoleh,” tambahnya.

Puan Maharani Bersuara

Puan Maharani sendiri berkomentar soal munculnya isu dirinya ditawari menggantikan Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden. Elite PDIP itu mengaku bingung.

“Itu juga saya bingung ya, caranya gimana ya, caranya pakai apa ya, karena di aturannya nggak ada kayak begitu,” kata Puan, Rabu (23/3/2022).

Puan kemudian menyoroti isu penundaan Pemilu 2024. Dia mengatakan penundaan Pemilu bertentangan dengan konstitusi yang ada sehingga tidak bisa dilakukan.

“Jadi dua periode, setiap periode itu ada mekanismenya, aturannya, sesuai undang-undang. Kemudian, mau ganti-ganti seenaknya itu dari mana aturannya, saya belum tahu. Coba kasih tahu saya aturannya kayak gimana. Kok terlalu gampang kemudian mengganti dan menego sesuatu hal yang sangat luar biasa,” terang dia.

Puan menjelaskan dirinya memperoleh informasi terkait isu tawaran menjadi Wapres dari media. Puan menyebut informasi itu datang dari seorang menteri. Namun, Ketua DPR RI itu menegaskan dirinya tidak pernah dilobi langsung oleh seorang menteri.

“Itu kan saya juga baru dengarnya. Itu kan katanya dan hanya di media. Ya betul atau nggak, katanya ada satu orang menteru yang memberikan bocoran A1,” ungkap Puan.

“Nggaklah (dilobi). Sampai 2024 itu Wapresnya masih pak Ma’ruf. Nggak ada yang datang. Kalau ada yang mau datang, coba ayo datang ke saya,” imbuhnya.

Puan Sebut Jokowi Punya Pendirian

Masih berkaitan dengan isu penundaan Pemilu 2024, Puan Maharani meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki pendirian. Puan berharap Jokowi dapat menjaga perasaan rakyat.

“Yang bisa saya sampaikan adalah saya meyakini bahwa Presiden Jokowi itu pasti mempunyai keteguhan hati untuk bisa menjaga apa yang menjadi amanah dan amanat rakyat Indonesia,” tegasnya.

Puan lantas menanggapi spekulasi pertemuan antara Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu. Puan mengatakan dirinya tidak mendengar kedua tokoh itu membincangkan penundaan Pemilu.

“Aku belum dengar. Mungkin banyak bisikan, tapi kan rahasia,” bebernya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top