News

Jadi Tersangka, Bharada E Dijerat Pasal Pembunuhan

Bharada E Jadi Tersangka

Polri memastikan terus melakukan pengembangan terhadap kasus penembakan terhadap Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J setelah Bharada E ditetapkan menjadi tersangka.

“Pemeriksaan ataupun penyidikan tidak berhenti sampai di sini, tetap berkembang,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian saat konferensi pers, Rabu (3/8/2022).

Andi mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi untuk mendapatkan keterangannya terkait kasus penembakan Brigadir J ini.

“Sebagaimana rekan-rekan ketahui bahwa masih ada beberapa saksi lagi yang akan kita pemeriksa di beberapa hari ke depan,” kata Andi.

Bharada E Jadi Tersangka, Ferdy Sambo Bakal Diperiksa

Sementara itu, Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo rencananya juga bakal diperiksa sebagai saksi pada Kamis (4/8/2022).

“Pemeriksaan saksi juga dianggap telah cukup untuk menandakan Bharada E sebagai tersangka,” tutur Andi lewat keterangan resmi di Mabes Polri, Rabu (3/8/2022).

Lihat Juga: Sederet Kejanggalan dalam Kasus Polisi Tembak Polisi di Kediaman Irjen Ferdy Sambo

Setelah ditetapkan menjadi tersangka, Bharada E selanjutnya akan ditahan oleh petugas. Dalam kasus yang menjeratnya, Bharada E dikenai Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dan PAsal 56 KUHP.

Dalam pasal 55 KUHP tercantum bahwa mereka yang melakukan, yang menyuruh dan yang ikut serta melakukan perbuatan. Dalam pasal tersebut dapat diartikan terdapat persekongkolan atau secara bersama-sama melakukan tindak kejahatan.

Sementara pada PAsal 56 KUHP tertulis mereka yang dengan sengaja memberikan bantuan saat kejahatan dilakukan; mereka yang sengaja memberikan kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan tindak kejahatan. Dalam pengembangan penyidikan pihak berwenang mungkin akan mengejar tersangka lain.

Sebelumnya, kepolisian menyebut Brigadir J meninggal dunia setelah terlibat aksi saling tembak dengan Bharada E di kediaman Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7/2022) lalu. Namun kejadian tersebut baru diungkap pada Senin (11/7/2022).

Polisi menyebut penembakan tersebut bermula dari dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo.

Lihat Juga: Soal Kasus Brigadir J, Jokowi Sudah Dua Kali Beri Peringatan

Polisi mengklaim Brigadir J menembakkan total tujuh peluru, yang kemudian dibalas sebanyak lima kali oleh Bharada E. dalam peristiwa itu, Bharada E sama sekali tidak terkena peluru. Sedangkan Brigadir J terkena tembakan hingga membuatnya tewas.

Kapolri pun sudah membentuk tim khusus untuk menguak insiden ini. Selain itu, Komnas HAM juga turut melakukan penyelidikan terhadap kasus penembakan Brigadir J ini secara independen.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top