News

Jaksa Agung Meminta Maaf informasi Pelaksanaan Eksekusi Mati Tertutup

pangeran arab saudi di penggal

Jaksa Agung HM Prasetyo menyampaikan bahwa, kejaksaan meminta maaf atas pelaksanaan eksekusi mati Jilid III yang baru saja dilaksanakan terhadap 4 terpidana mati yang terkesan tertutup informasinya.

Prasetyo mengatakan bahwa (29/7), “Maaf terkesan menutup akses karena saya menghendaki eksekusi berjalan dengan tertib, aman dan lancar.”

Rencana sebelumnya untuk eksekusi mati terkait kasus narkoba yang akan dilaksanakan terhadap 14 terpidana eksekusi mati berubah menjadi 4 terpidana mati.

Pelaksanaan yang telah dieksekusi tersebut diantaranya adalah Freddy Freddy Budiman (WNI), Seck Osmani (WNA Senegal), Humprey Eijeke (WNA Nigeria) dan Michael Titus (WNA Nigeria).

Pelaksanaan eksekusi mati Jilid III ini berbeda dari Jilid II dimana Jaksa Agung HM Prasetyo memimpin langsung konferensi pers sebelum maupun setelah pelaksanaan eksekusi mati.

Kejagung di Jakarta sama sekali tidak memberikan informasi resmi terkait pelaksanaan eksekusi mati tersebut baik Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, M Rum dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Hukum yang belakangan ini diketahui tengah berada di lokasi eksekusi terpidana mati.

Konferensi pers akhirnya digelar oleh JAM Pidum di dermaga penyebrangan Nusakambangan, akan tetapi Jaksa Agung tidak merespon pesan singkat dari wartawan.

Jaksa Agung mengatakan Jumat pagi, mendapat laporan dari JAM Pidum yang ditugaskan mengkoordinasikan pelaksanaan eksekusi tersebut, bahwa tugas telah dilaksanakan pada pukul 00.45 WIB.

“Eksekusi dilaksanakan di Lapangan Penembakan Tunggal Panaluan, Nusakambangan, tempat itu paling ideal,” ujarnya.

Proses eksekusi mati tersebut berjalan dengan tanpa hambatan, selain cuaca yang hujan lebat, maka eksekusi tersebut mundur dari jadwal yang semula dilaksanakan pada pukul 00.00 WIB.

Salah satu terpidana eksekusi mati ‘Freddy Budiman’ meminta dimakamkan di Surabaya, Jawa Timur dan meminta didoakan anak yatim, selain itu jenazah dua terpidana lainnya dikirim ke Nigeria, dan satu terpidana dikremasi di Jawa Tengah.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top