News

Jamaah Islamiyah Latih Pemuda Untuk Dikirim Ke Suriah

Jamaah Islamiyah Latih Pemuda Untuk Dikirim Ke Suriah

Polri mengatakan para pemuda kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) dilatih selama enam bulan di Jawa Tengah. Setelah masa pelatihan selama enam bulan itu usai, mereka akan dikirim ke Suriah untuk bergabung dalam pelatihan militer.

“Pelatihan ini berlangsung selama 6 bulan. Dan setelah 6 bulan selesai kemudian yang bersangkutan para yang dilatih murid-murid ini siap untuk dikirim ke Suriah. Dan bergabung dengan organisasi teroris Jabah Nusa yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Untuk melanjutkan apa, pelatihan militer di sana.” terang Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (28/12/2020).

Ia menjelaskan perekrutan generasi muda kelompok JI tersebut telah dilakukan sejak sembilan tahun lalu. Hingga kini tercatat 96 orang telah bergabung yang terbagi ke dalam 7 angkatan.

“Bahwa perekrutan generasi muda JI sudah sejak tahun 2011 kemudian ada 7 angkatan dengan total 96,” ujarnya.

Lihat Juga: Teroris Bom Bali I Tertangkap Setelah Buron 18 Tahun

Dari 96 orang pemuda tersebut, sebanyak 66 orang telah diberangkatkan ke Suriah. Sedangkan sisanya ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri.

“Dari 96 ini kemudian yang berangkat ke Suriah ada 66. Dan tentunya kenapa 66, kenapa nggak 96 ke Suriah, karena ada beberapa yang sudah kita lakukan penangkapan sehingga jumlahnya berkurang, yang berangkat ke Suriah,” terangnya.

Ia menjelaskan para pemuda yang berada di Suriah ada beberapa yang tewas dan dimakamkan di sana. Sedangkan sebagian lainnya ada yang kembali ke Indonesia.

“Anggota yang berangkat ke Suriah juga ada yang beberapa yang tewas di sana dimakamkan ke Suriah kemudian ada yang kembali ke Indonesia. Beberapa sudah kita lakukan penangkapan dan sudah divonis oleh pengadilan dan juga masih ada sedang dalam proses,” katanya.

Lebih lanjut, dalam keterangannya Argo menerangkan bahwa pemuda Jamaah Islamiyah dilatih cara menggunakan senjata dan merakit bom selama di Suriah. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu narapidana terorisme bernama Ahmad Hafis.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri berhasil mengungkap pusat pelatihan jaringan teroris JI di beberapa lokasi yang tersebar di Jateng. Polri menyebut pusat pelatihan tersebut dipakai untuk melatih para anggota JI untuk menjadi ahli tempur dan juga merakit bom.

Argo mengatakan, dari rumah-rumah tersebut, para pemuda JI dilatih persenjataan, bela diri, hingga simulasi penyerangan kepada pasukan VVIP. Salah satu pelatih yang disebutkan Polri bernama Joko Priyono alias Karso.

Karso dipilih sebagai pelatih oleh pimpinan Jamaah Islamiyah Para Wijayanto bernama Amir. Sebelumnya, Karso pernah ditangkap pada 2019 dengan masa hukuman 3,8 tahun bui.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top