News

Jawab Anies Baswedan, LBH Jakarta: Kami Kritik Sebatas DKI!

Jawab Anies Baswedan, LBH Jakarta: Kami Kritik Sebatas DKI!

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta LBH Jakarta tidak saja menyoroti permasalahan di wilayah kepemimpinannya melainkan juga daerah lainnya. Menanggapi hal itu, LBH Jakarta menilai permintaan Anies tidaklah tepat. LBH Jakarta menegaskan hanya sebatas mengkritik DKI karena wilayan operasionalnya di DKI.

“Tidak tepat (permintaan Anies). Sesuai dengan nama, LBH Jakarta wilayah operasionalnya Jakarta. Jadi kritiknya sebatas Jakarta saja,” terang Kepala Advokasi dan Pengacara LBH Jakarta Nelson Nikodemus Simamora, Rabu (20/10/2021).

Lebih lanjut, Nelson mengatakan pihaknya tidak saja mengkritik Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta melainkan juga gubernur-gubernur terdahulu. Dia lantas membeberkan awal berdirinya LBH Jakarta.

“LBH Jakarta bukan kali ini saja kritik gubernur. Zaman Ahok kritik juga, Fauzi Bowo, Sutiyoso juga. Mungkin pak Anies perlu tahu juga kalau LBH Jakarta sudah berdiri sejak 1970 dan yang membantu mendirikan itu salah satunya Bang Ali (Ali Sadikin, Gubernur Jakarta). Dan, Bang Ali kita kritik keras juga dalam berbagai kasus. Salah satu yang paling terkenal itu penggusuran du Simprug. Tahun 1972 kalau tidak salah,” ungkap Nelson.

Nelson kemudian mengungkapkan respons Ali Sadikin, kala itu, mendapatkan kritik dari LBH Jakarta. Ali, kata dia, menerima kritikan itu sebagai konsekuensinya menjadi pemimpin di Jakarta.

“Respons Bang Ali apa? Bang Ali justru menganggap kritik, gugatan-gugatan di pengadilan adalah tugas LBH Jakarta sebagai lembaga yang menerima pengaduan dari masyarakat dan memperjuangkan rakyat kecil. Dan, menerima itu sebagai konsekuensi jadi gubernur,” sambungnya.

Apakah LBH Juga Soroti Daerah Lain?

Nelson menegaskan LBH juga aktif mengkritik pemimpin di berbagai daerah operasionalnya. Dia memberikan contoh LBH Bandung yang aktif mengkiritk Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat.

“Untuk wilayah lain sudah ada, misalnya LBH Bandung yang aktif juga kritik gubernur dan wali kota-wali kota di Jabar. Dan, kantor-kantor LBH lainnya mulai Aceh sampai Papua di bawah naungan YLBHI,” jelas Nelson.

Nelson menerangkan saat ini kantor LBH tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Ada 17 kantor LBH saat ini yang aktif beroperasi.

“Untuk LBH, kantor itu ada 17 di seluruh Indonesia. 17 kantor LBH: Aceh, Medan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Samarinda, Palangkaraya, Manado, Makassar, Papua,” ungkapnya.

Anies Minta LBH Jakarta Soroti Daerah Lain

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab rapor merah empat tahun kepemimpinannya yang diberikan LBH Jakarta untuknya. Anies berterima kasih kepada LBH Jakarta dan memastikan akan terus melakukan perbaikan.

“ Kami ucapkan terima kasih banyak. Senang sekali LBH memberikan energi, perhatian, waktu untuk ikut memikirkan Jakarta. Ini menjadi bahan yang sangat bermanfaat bagi kami untuk kita terus-menerus melakukan perbaikan. Untuk terus melakukan koreksi sehingga kita bisa memastikan kota ini bisa maju dan warganya bahagia,” kata Anies, Selasa (19/10/2021).

Anies kemudian berharap LBH tidak hanya menyoroti permasalahan di DKI Jakarta, melainkan pemprov lainnya di seluruh Indonesia. Sehingga, kata dia, kehadiran LBH bisa dirasakan di seluruh Indonesia, bukan saja Jakarta.

“Kami berharap manfaat dari LBH bukan hanya dirasakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Mudah-mudahan perhatian yang sama diberikan ke seluruh Pemprov di Indonesia sehingga manfaat dari LBH dan laporannya itu dirasakan oleh semua gubernur dan dirasakan oleh seluruh pemprov. Sehingga, perhatian dari anak-anak muda yang peduli pada kotanya, peduli pada keadilan itu hanya tidak hanya dirasakan di Jakarta, tapi di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top