News

Jeremy Corbyn Berikan Dukungan Referendum Papua Barat

Dukungan Referendum untuk Papua Barat diberikan oleh Jeremy Corbyn ‘Ketua Partai Buruh Inggris’ untuk kemerdekaan Papua.

Jeremy Corbyn menyerukan bahwa (3/5), sudah saatnya rakyat papua mampu membuat pilihan mereka sendiri tentang masa depan politik mereka.

Pada pertemuan ‘International Parliamentarians for West Papua’ yang dianggapnya bersejarah Jeremy menambahkan, “mari kita memberikan dukungan kepada rakyat Papua Barat untuk membuat pilihan tentang sistem pemerintah yang mereka inginkan dan dimana mereka ingin hidup.”

Dirinya menegaskan bahwa dukungan tersebut masuk dalam kebijakan Partai Buruh Inggris. Laporan yang diterbitkan oleh University of Warwick yang menyerukan pemulihan LSM di Papua, pembebasan tahanan politik, juga delegasi parlemen yang dikirim ke wilayah tersebut.

Mantan Uskup Oxford, Lord Harries, memberikan gambaran situasi yang sedang berlangsung di Papua sebagai salah satu skandal yang terabaikan saat ini.

Pertemuan International Parliamentarians for West Papua yang dihadiri oleh Perdana Menteri Tonga, Samuela Akilisi, Perwakilan Melanesian Spearhead, Rex Horoi dan juga Benny Wenda dari United Liberation Movement For West Papua, serta beberapa anggota parlemen Inggris.

Benny Wenda mengatakan, keberadaan Indonesia di Papua Barat adalah ilegal dan harus diakhiri. Dia pun membacakan deklarasi yang ditandatangani semua perwakilan dari International Parliamentarians for West Papua.

Dari pertemuan International Parliamentarians for West Papua dihasilkan deklarasi sbb:

# Menyatakan bahwa pelanggaran Hak Asasi Manusia di Papua Barat secara terus menerus adalah hal yang tidak bisa diterima.

# Memperingatkan bahwa tanpa adanya dukungan internasional, masyarakat Papua Barat terancam punah.

# Melakukan penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat.

# Menyatakan bahwa Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera, Act of Free Choice) tahun 1969 adalah pelanggaran berat.

# Meminta pihak internasional untuk mengawasi jalannya penentuan nasib sendiri oleh Papua Barat, sesuai dengan resolusi Majelis Keamanan PBB 1514 dan 1541. 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top