News

Jika Presiden 3 Periode, Politikus Gerindra: Buka Peluang SBY Vs Jokowi

Jika Presiden 3 Periode, Politikus Gerindra: Buka Peluang SBY Vs Jokowi

Masa jabatan presiden 3 periode masih menjadi perbincangan hangat di kalangan para politikus. Kali ini, politikus Partai Gerindra Arief Poyuono yang melontarkan pendapatnya terkait hal itu.

Bagi Poyuono, masa jabatan presiden 3 periode tidaklah masalah namun dengan syarat.

“Ke depannya 3 periode pun kalau diamandemenkan itu sah saja, sah saja. Artinya 3 periode bukan automatically (Jokowi) terpilih. Dia (Jokowi) harus bertanding lagi,” kata Poyuono, Selasa (16/3/2021).

Poyuono menyebut jika diberlakukan masa presiden 3 periode, hal itu membuka peluang bagi Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tampil di kontestasi politik tertinggi lagi. Artinya, lanjut dia, SBY berpeluang bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ‘berlaga’.

“Dan juga membuka peluang bagi pak SBY untuk maju (Pilpres). Istilahnya itu bisa El Clasico, dua-duanya ini pernah sampai 2 periode. Jokowi belum 2 periode ini, nanti kalau 2024 sampai, kalau sampai ya,” lanjut dia.

Menurut Poyuono, masa jabatan presiden 2 periode masih kurang cukup. Dia kemudian mencontohkan Jokowi yang menurutnya terlalu ‘sibuk’ dengan agenda-agenda tertentu.

“Karena presidennya sibuk dagang kebo, kita lihat kan ganti-ganti, Jokowi dagang kebo, membelah Golkar, tidak mengurusi janji-janji kampanye. Periode kedua juga begitu, mungkin karena Demokrat nggak mau masuk koalisi, terpaksa ‘digergaji’. Nah jadi saya melihatnya seperti itu,” ungkapnya.

KSP: Hentikan Wacana Presiden Tiga Periode

Di sisi lain, Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini tidak memiliki niatan untuk menjadi presiden 3 periode. Jokowi, kata Jaleswari, tetap memegang kuat amana konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden hanya 2 periode.

“Terkait isu tersebut, perlu ditegaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak memiliki hasrat sama sekali untuk masa jabatan presiden tiga periode. Presiden sampai dengan saat ini masih memegang komitmen reformasi tentang pembatasan periode masa jabatan presiden 2 periode,” jelas Jelaswari, Selasa (16/3/2021).

Jelaswari menyebut ketidakmauan Jokowi untuk menduduki jabatan presiden 3 periode sudah dijelaskan berkali-kali. Dia kemudian mengutip pernyataan Jokowi yang menyebut isu presiden 3 periode seperti menjerumuskan dirinya.

“Komitmen tersebut telah ditegaskan oleh Presiden jauh-jauh hari. Pada 2 Desember 20219, presiden menegaskan bahwa ide masa jabatan presiden tiga periode merupakan isu yang dihembuskan untuk menampar muka presiden, mencari muka presiden dan menjerumuskan presiden,” sambung dia.

Petinggi KSP itu meminta semua pihak setop menghembuskan isu masa jabatan presiden tiga periode. Dia juga meminta agar tidak mengganggu masyarakat dengan agenda tersembunyi.

“Presiden berkomitmen merawat warisan reformasi. Hentikan menghembuskan wacana bahwa Presiden Joko Widodo menghendaki amandemen UUD 1945 untuk masa jabatan tiga periode. Jangan mengganggu ketenangan masyarakat dengan agenda tersembunyi,” ucap Jelaswari.

Jokowi Pegang Teguh Konstitusi yang Berlaku

Selain di tahun 2019, kemarin Senin (15/3/2021), Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niatan untuk menjadi presiden 3 periode. Jokowi memastikan dirinya berpegang teguh pada konstitusi yang berlaku.

“Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode. Konstitusi mengamanahkan dua periode. Itu yang harus kita jaga bersama-sama,” kata Jokowi.

Diketahui, isu masa jabatan presiden 3 periode ramai diperbincangkan publik setelah diembuskan oleh Amien Rais. Politikus senior itu sempat berbicara soal skenario agenda sidang istimewa MPR yang berujung pada usulan masa jabatan presiden 3 periode.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top