News

Jokowi Tak Kunjung Reshuffle Kabinet, Apa Penyebabnya?

Jokowi Tak Kunjung Reshuffle Kabinet, Apa Penyebabnya?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak kunjung mengumumkan reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Padahal isu reshuffle berembus kencang akhir-akhir ini. Apa penyebabnya?

Direktur Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi membeberkan analisisnya terkait penyebab Jokowi tak kunjung mengumumkan reshuffle. Burhanuddin mengatakan Jokowi tampaknya tidak hanya melakukan pengisian pos dua kementerian baru, yakni Kementerian Investasi dan kementerian yang merupakan penggabungan dari Kemendikbud dan Kemenristek.

“Kaitannya dengan reshuffle, saya kira yang membuat lama bukan soal pengisian nomenklatur dua kementerian yang sudah disepakati, baik oleh pemerintah maupun DPR. Tetapi kalau misalnya reshuffle, itu tidak semata-mata ditujukan untuk mengisi kekosongan akibat perubahan nomenklatur tadi,” papar Burhanuddin.

Burhanuddin menilai reshuffle yang akan dilakukan Jokowi lebih komprehensif. Pasalnya, kata dia, pada tahun inilah waktu yang tepat bagi Jokowi melakukan perombakan kabinet dengan lebih komprehensif.

“Jadi kalau misalnya reshuffle, ini digunakan oleh Presiden Jokowi untuk melakukan bongkat-pasang secara lebih menyeluruh. Karena waktu sudah makin bergerak menjelang 2024. Kalau tidak dilakukan secara lebih komprehensif segera dan saat ini, dikhawatirkan waktunya tidak ada lagi,” sambungnya.

Direktur Indikator Politik itu menilai kehadiran dua pos kementerian baru merupakan ‘peluang’ bagi Jokowi untuk melakukan penggantian menteri yang kinerjanya tidak sesuai ekspektasi. Apalagi, kata dia, saat ini Indonesia dilanda pandemi Covid-19 yang juga bisa dijadikan ‘kesempatan’ untuk melakukan perombakan menteri.

“Ini kesempatan bukan hanya me-reshuffle kementerian akibat perubahan nomenklatur, tetapi juga dicek ada nggak kementeruan yang questionable dari sisi integritas. Jadi ini justru menjadi peluang menjadi pintu masuk Presiden Jokowi melakukan reformasi struktural mumpung dalam krisis. Kalau nggak ada krisis, kesempatan itu nggak ada,” terangnya.

Kata Fadli Zon Soal Reshuffle Kabinet

Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon mengingatkan Presiden Jokowi agar tidak main-main dalam memilih menteri baru. Dia meminta mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengangkat menteri yang betul-betul profesional, bukan dilatarbelakangi politik.

“Reshuffle ini kan juga suatu intervensi. Menurut saya, yang penting mengkaji apa yang menjadi masalah. Menurut saya, masalah kita ini ekonomi dan kesehatan, itu yang paling utama. Kalau ada hal-hal lain, mestinya dipikirkan dulu sebelum melakukan intervensi. Jadi jangan trail and error. Jangan mencoba-coba, cari yang betul-betul profesional di bidangnya, bukan juga tergantung pada partai politik,” kata Fadli Zon.

Fadli Zon mengatakan Presiden Jokowi membutuhkan orang-orang yang berkompeten di sekelilingnya. Bawahan yang berkompeten ini-lah, kata dia, yang dapat menuntaskan berbagai persoalan negara dengan baik.

“Sebenarnya Presiden ini harus dibantu di dalam memikirkan ini, karena orang yang pintar sekalipun, itu sangat ditentukan oleh orang yang berada di sekelilingnya. Dan, menurut saya, sangat penting untuk memikirkan sebenarnya apa yang dibutuhkan mengatasi persoalan-persoalan. Dan, persoalan apa dulu yang mau diselesaikan supaya jangan salah melakukan intervensi,” terang dia.

Politikus Partai Gerindra itu kemudahan membeberkan keuntungan mengangkat menteri yang berkompeten di bidangnya. Dikatakan olehnya, dengan melakukan itu, kerja Presiden akan menjadi semakin mudah.

Sebaliknya, Fadli Zon menilai menteri yang tidak berkompeten akan menjadi beban bagi pemerintah.

“Lebih bagus mencari orang-orang terbaik di bidangnya. Itu menurt saya yang penting. Menteri ini kan pembantu Presiden, semakin banyak orang profesional di bidangnya, sebenarnya kerja Presiden semakin mudah. Semakin banyak orang yang cuma coba-coba trail and error itu akan menjadi beban bagi Presiden dan pemerintah sendiri,” sambungnya.

To Top