News

Jokowi Tawarkan Pulau Natuna ke Jepang

Jokowi Tawarkan Pulau Natuna ke Jepang

Indonesia dan Jepang sepakat untuk meningkatkan kerja sama,  termasuk kerja sama di bidang investasi termasuk investasi untuk pengembangan pulau-pulau terluar, termasuk Kepulauan Natuna.

“Kerja sama kedua negara dalam hal tersebut bukan hal yang baru. Seperti di Natuna misalnya, kedua negara telah melakukan kerja sama pengembangan sektor kelautan dan perikanan seperti pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), peningkatan kapasitas nelayan, dan pengembangan pariwisata, ” kata Menlu Retno L.P Marsudi.

Itu disampaikan Retno usai mendampingi Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu beserta delegasi, Jumat (10/1/2019), di Istana Merdeka, Jakarta.

“Selain investasi di kepulauan-kepulauan terluar, investasi di bidang infrastruktur juga akan diteruskan,” imbuh Retno seraya menyampaikan pesan Jokowi yang menekankan sejumlah prioritas kerja sama antara Indonesia dengan Jepang.

Masih mengutip pesan Jokowi, Menlu Retno  menjajaki kemungkinan kerja sama yang lebih intensif dalam hal pengembangan sumber daya manusia baik melalui program vokasi maupun internship di perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di Indonesia.

“Kerja sama tersebut meliputi peningkatan kapasitas dan keterampilan SDM serta pengembangan kemampuan berbahasa Jepang bagi SDM Indonesia,  terang mantan Dubes RI untuk Belanda.

Jokowi Tawarkan Pulau Natuna ke Jepang

Ia menegaskan di Jepang saat ini sedang kekurangan sekali tenaga-tenaga.” Oleh karena itu, kalau kita melakukan kerja sama di bidang bahasa maka muaranya adalah dalam rangka dapat memenuhi permintaan pasar tenaga kerja Jepang dari Indonesia yang memang saat ini potensinya cukup banyak,” tutur.

Presiden Jokowi, kata Menlu Retno, menilai bahwa Jepang merupakan salah satu mitra utama Indonesia dan berharap akan kerja sama kedua negara, utamanya di bidang ekonomi, yang lebih erat.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top