News

Jokowi Usulkan Andika Perkasa Jadi Calon Panglima TNI

Jokowi Usulkan Andika Perkasa Jadi Calon Panglima TNI

Presiden Joko Widodo resmi mengajukan KSAD Jenderal Andika Perkasa menjadi calon Panglima TNI melalui surat presiden (surpres). Jika dilihat usianya, Andika masih menyisakan masa kerja 13 bulan lagi.

Dari peraturan UU No 34 Tahun 2004 terkait Tentara Nasional Indonesia, batas usia pensiun tertinggi untuk TNI adalah 58 tahun bagi perwira. Sementara bintara dan tamtama adalah 53 tahun. Jenderal Andika lahir di Bandung, 21 Desember 1964, artinya pada 21 Desember nanti ia akan berulang tahun ke-57.

Kode Keras Dari Jokowi

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah melontarkan kode keras soal pencalonan Andika sebagai Panglima TNI. Dimulai pada saat Jokowi becanda soal Ibu Negara Iriana yang disopiri Andika hingga momen Andika melepas Presiden ketika akan berangkat ke Eropa.

Kode itu pun terbukti. Ketua DPR Puan Maharani mengumumkan DPR telah menerima surpres dari Jokowi terkait pengajuan calon Panglima TNI.

“Presiden mengusulkan satu nama calon Panglima TNI, atas nama Jenderal TNI Andika Perkasa” ujar Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2021).

Sepak Terjang Karier Andika Perkasa

Sejak November 2018, Andika Perkasa menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Melansir dari beberapa sumber, Andika adalah lulusan Akmil tahun 1987. Ia memulai kariernya di Grup 2/Para Komando Kopassus. Ia juga sempat bergabung di Sat 81 Gultor Kopassus yang merupakan satuan elite penanggulangan teror.

Pada 2001, Andika bertugas di Departemen Pertahanan, selain itu ia juga pernah bergabung di Bais. Satu tahun berikutnya, yaitu pada 2002, Jenderal Andika Perkasa diangkat jadi Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus. Setelah berpindah-pindah tugas, ia lalu dipromosikan sebagai Rindam Jaya pada tahun 2011. Melalui jabatan inilah ia mendapat kenaikan pangkat jadi kolonel.

Pertengahan 2012, Andika dipercaya menjadi Komandan Korem 023/Kawal Samudra di Sibolga. Belum sampai satu tahun, ia mendapat promosi sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AD, yang mengantarkan dirinya meraih bintang satu alias brigadir jenderal (brigjen).

Lihat Juga: Ini Alasan Presiden Jokowi Gantikan Panglima TNI Gatot Nurmantyo

11 bulan menjabat sebagai Kadispenad, Oktober 2014 Andika kembali mendapat tugas baru sebagai Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres). Menantu mantan Kepala BIN Hendropriyono ini dipilih langsung oleh Presiden Joko Widodo dan ia pun naik pangkat jadi mayjen (mayor jenderal).

Sekitar 2 tahun menjabat Danpaspampres, Pada Mei 2016 Andika mendapat promosi sebagai Pangdam XII/Tanjungpura. Kariernya pun terus menanjak, hingga pada 2018 saja ia mendapat 3 kali promosi. Awal 2018 Andika Perkasa dilantik menjadi Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AD. Jabatan inilah yang memberinya bintang tiga alias letjen (letnan jenderal).

Bulan Juli 2018, Andika kembali dipromosikan. Kali ini ia diangkat sebagai Pangkostrad (Panglima Kostrad) menggantikan Letjen Agus Kriswanto yang memasuki usia pensiun. 5 bulan menjadi Pangkostrad, Andika dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat pada, Kamis (22/11/2018).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

nineteen − eighteen =

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top