News

Jual Akun Telegram ke Bjorka Pengakuan Pemuda Madiun Jadi Tersangka, HP Dibeli Seharga 5 Juta

Bjorka

Setelah melakukan pemeriksaan hampir 2×24 jam sejak Rabu (14/9), Mabes Polri ternyata menetapkan MAH sebagai tersangka. Pemuda Madiun itu diduga membantu hacker Bjorka.

Pemuda Asal Madiun Jadi Tersangka

Setelah melakukan pemeriksaan hampir 2×24 jam sejak Rabu (14/9), Mabes Polri ternyata menetapkan MAH sebagai tersangka. Pemuda Madiun itu diduga membantu hacker Bjorka.

“Jadi timsus telah melakukan beberapa upaya dan berhasil melakukan mengamankan, tersangka inisial MAH,” kata Juru Bicara Divhumas Polri Kombes Ade Yaya Suryana di kantornya, Jumat (16/9) seperti dilansir detikNews.

MAH diduga membantu menyediakan kanal di aplikasi percakapan Telegram. Dia juga pernah memposting di kanal tersebut.

Adapun sejumlah barang bukti dalam kasus ini pun telah disita.

“Kemudian timsus juga telah mengamankan beberapa barang bukti yaitu satu buah sim card seluler, kemudian dua unit handphone milik tersangka, kemudian satu lembar KTP atas nama inisial MAH,” kata Ade.

Ade juga mengungkap motif dari MAH. MAH disebut membantu Bjorka karena ingin terkenal dan mendapat uang.

“Adapun motifnya, motif tersangka membantu Bjorka agar dapat menjadi terkenal dan mendapatkan uang,” ujarnya.

Mengenai kabar penetapan tersangka tersebut, Jumanto, ayah MAH malah tidak tahu. Padahal pagi sebelum putranya dipulangkan ke rumah dia sempat dipanggil ke kantor polisi diminta untuk menjemput anaknya yang dibebaskan.

“Belum tahu jadi tersangka,” kata ayah MAH, Jumat (16/9).

Pengakuan MAH yang Membantu Bjorka

Pemuda asal Madiun itu disebut perannya adalah membantu hacker Bjorka. Agung pun mengakuinya.

“Saya memang salah. Membuat akun Channel telegram bjorkanism, memposting,” ujar Agung kepada awak media di rumahnya di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Sabtu (17/9/2022).

Agung menjual akun tersebut. Tetapi tidak menyangka bahwa Channel dibeli Bjorka seharga US$100. Pembayaran dilakukan melalui e-wallet berupa bitcoin.

MAH mengatakan dia tak tahu, hanya yang dia tahu Bjorka ada di luar negeri, karena selama ini komunikasinya dengan bahasa Inggris.

“Saya gak terlalu ngurusin dia, tahunya saya dia di luar negeri kan pakai bahasa Inggris terus,” kata MAH lagi.

Dia mengaku membuat akun telegram hanya ingin terkenal. Kemudian bisa dijual dan tidak pernah menyangka jika akun dibeli Bjorka.

Agung juga tidak menyangka pembuatan akun telegram berujung pidana. Kini, dia memang telah ditetapkan menjadi tersangka. Ketika ditanya perasaan, Agung mengaku campur aduk.

“Yang jelas saya minta maaf kepada pemerintah dan polisi,” pungkasnya.

Muhammad Agung Hidayatullah pun kemudian meminta maaf atau ulahnya turut terlibat dalam kasus Bjorka. Ia berharap perbuatannya yang melanggar hukum itu tak diikuti oleh anak-anak mudah lainnya.

“Saya berharap gak terjadi selanjutnya, seperti saya ini. Trauma ya mas,” tuturnya.

Hacker Bjorka
Pemerintah VS Hacker Bjorka

Kronologi Terungkap: HP Sempat Hang, Malah Laku 5 Juta

Tiga hari sebelum ditangkap polisi, HP Xiaomi Redmi note miliknya dibeli seseorang yang ‘ngaku polisi’ seharga Rp 5 juta. 

“Untuk barang bukti katanya, ponsel diminta seseorang ngaku polisi. Polisi juga sae (baik), kasih uang Rp 5 juta,” kata Noviani, kakak kandung MAH, Jumat (16/9/2022) petang.

Senang mendapat uang Rp 5 juta, Agung pun memakai uang itu untuk membeli HP baru.

Sementara menurut Zeda Dwi Hersanto, bos es cup tempat MAH bekerja, pemuda itu sempat curhat bahwa HP-nya eror. Itu sekitar seminggu sebelum penangkapan. Namun, HP yang kerap eror itu justru dibeli orang dan dihargai Rp 5 juta.

“Ponselnya rusak seminggu sebelum penangkapan, katanya sering heng (eror) kalau buat WhatsApp. Dulu belinya sekitar Rp 3 juta. Katanya ada yang beli Rp 5 juta. Tiga hari sebelum penangkapan,” ujar Zeda.

Ditangkap Saat Sedang Bekerja

Tim Cyber Mabes Polri mengamankan MAH pada Rabu (14/9) sekitar pukul 18.30 WIB. Pemuda itu ditangkap saat sedang bekerja berjualan es cup di kios waralaba di Desa Banjaransari Kulon.

Pemuda kelahiran Madiun itu digelandang ke Polsek Dagangan untuk menjalani pemeriksaan. MAH tak kunjung dipulangkan hingga Kamis (15/9) malam. Sang ibu terheran-heran. Salah satunya karena putranya tidak punya komputer atau laptop.

“Komputer tidak punya, tidak ada komputer,” kata ibu kandung MAH, Suprihatin (48), saat ditemui di rumahnya, Kamis (15/9).

“Ponsel satu itu saja punyanya, dia beli mengumpulkan uang dari kerja jual es sebulan gaji hanya sedikit. Rp 700 ribu,” lanjutnya.

Atas penangkapan dan penetapan tersangka ini, Ayah MAH, Jumanto mewakili keluarga besar meminta maaf atas perbuatan anaknya. 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top