News

Mengenal Juliari Peter Batubara, Menteri Sosial Yang Korupsi Dana Bantuan Sosial Covid-19

Menteri Sosial Juliari Batubara

Setelah Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Menteri Sosial Juliari Batubara tersangka Suap Bansos dalam program penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kini, nama Juliari mendadak menjadi sorotan publik. Menteri sekaligus politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  ini diduga menerima suap dengan total sekitar Rp 17 miliar yang digunakan untuk keperluan pribadi. Kira-kira siapa sebenarnya sosok Juliari ini? bagaimanakah dirinya bisa terlibat kasus korupsi yang menimpanya? Untuk itu berikut ini ulasan mengenai profil dari Juliari Peter Batubara. Simak baik-baik ya!

Profil dan Pendidikan Juliari Peter Batubara

Juliari Peter Batubara lahir di Jakarta pada tanggal 22 Juli 1972 yang saat ini telah berusia 48 tahun. Juliari pernah mengenyam pendidikan di SD St. Fransiscus Asisi, SMP St. Fransiscus Asisi, SMA Negeri 8 Jakarta, Riverside City College (California, Amerika Serikat), Chapman University (California, Amerika Serikat), Universitas Indonesia, dan Harvard University.

Karir Pekerjaan

Sebelum terjun ke dunia politik, Juliari Batubara meniti karir di bidang swasta. Bisa dibilang bahwa Juliari memiliki karir yang bagus dipekerjaannya. Dia menjadi petinggi di beberapa perusahaan. Awal bekerja dimulai dengan menjadi Marketing Supervisor & Business Development Manager di PT Wiraswasta Gemilang Indonesia. Selain itu, dia pernah menempati posisi-posisi tinggi di beberapa perusahaan lainnya, meliputi:

  • Commercial Division Head di PT Wiraswasta Gemilang Indonesia
  • Direktur Utama di PT Wiraswasta Gemilang Indonesia
  • Komisaris Utama di PT. Arlinto Perkasa Buana
  • Komisaris Utama PT Tridaya Mandiri

Karir di politik

Dalam dunia politik, Juliari Batubara memulainya dengan menjadi politikus Indonesia dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dia pernah menjabat sebagai anggota DPR dalam dua periode masa jabatan setelah mendapatkan suara terbanyak untuk pemilihan daerah Jawa Tengah I. Ketika menjabat sebagai DPR, dia berada dalam Komisi VI yang menangani perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN, dan Standardisasi Nasional.

Dia juga tercatat pernah menjadi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen, Wakil Ketua Komisi XI DPR Republik Indonesia. Tak lama kemudian, dia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sosial ke-30. Di samping itu, dia juga menjadi Wakil Bendahara Umum PDIP pada periode 2019-2024.

Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK

Pada 5 Desember 2020, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan dan mengamankan enam orang termasuk Juliari Peter Batubara atas dugaan menerima uang suap dari tersangka lainnya yang juga ikut ditangkap. Kasus ini bermula dari adanya informasi terkait dugaan penerimaan uang oleh sejumlah penyelenggara negara yaitu Ardian IM selaku swasta dan Harry Sidabuke kepada Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial, Adi Wahyono, Juliari Batubara dan Shelvy N selaku sekretaris di Kemensos.

Sebagai kelanjutan dari operasi tangkap tangan tersebut, KPK melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah memang terbukti melakukan korupsi, kini Juliari bersama ke empat orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi dana bantuan sosial untuk penanganan Covid-19 pada 6 Desember 2020.

Juliari Batubara diduga menerima fee sebesar Rp. 10.000 untuk masing-masing paket bantuan sosial Covid-19 di wilayah Jabodetabek yang bernilai Rp. 300.000. Total fee yang didapatkan oleh Juliari sebesar Rp 17 miliar yang diperoleh dari pelaksanaan paket bantuan sosial periode pertama dan periode kedua.

Pada periode pertama, pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari melalui Adi Wahyono sekitar Rp. 8,2 miliar. Selanjutnya, uang tersebut dikelola oleh Eko dan Shelvy N selaku kepercayaan dari Juliari untuk digunakan membayar semua keperluan pribadi Juliari. Kemudian pada periode kedua pelaksanaan paket bantuan sosial dari bulan Oktober 2020-Desember 2020, uang fee yang berhasil terkumpul sekitar Rp. 8.8 miliar yang juga diduga untuka membayar keperluan pribadi Juliari.

Selain Juliari Batubara, KPK juga menetapkan empat orang sebagai tersangka yang berasal dari pihak Kementerian Sosial maupun swasta yaitu Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai penerima, Ardian IM dan Harry Sidabuke sebagai pemberi.

Baca Juga : Mensos Juliari Batubara Sempat Buron, Tangan Terborgol dan Ditahan Di Rutan Guntur

Saat ini, masing-masing tersangka telah di tahan di rutan yang berbeda. Untuk Mensos Juliari, dia sempat menjadi buron sebelum ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top