News

Kapal AL China Terobos Laut Natuna, Ini Aksi TNI AL dan PSDKP

kkp

Kapal Angkatan Laut China “Coast Guard” nekat menerobos perbatasan laut Natuna, Indonesia. Aksi nekat tersebut diketahui dari operasi gabungan Kementrian Kelautan dan Perikanan juga bersama TNI AL. Mereka juga menabrak dan menarik paksa kapal penjaga pantai China tersebut.

Kapal tersebut nekat memasuki Laut Natuna dan mengintervensi aparat Indonesia agar melepaskan nelayan asal China. dan juga foto pelanggaran wilayah yang dilakukan Angkatan Laut China yang telah dirilis oleh Direktorat Jendral Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan “PSDKP”.

Kapal Angkatan Laut China yang berwarna putih terang dengan tulisan China Coast Guard, dimana jarak dari diambilnya foto dengan Kapal Angkatan Laut China berada pada posisi yang cukup berjauhan. seperti yang dikutip dari akun twitter resmi @humanpsdkp,(21/3).

Walaupun mendapat intervensi, Indonesia tetap membawa dan menarik KM Kway Fey 10078 ke pelabuhan terdekat. Para nelayan asal China tersebut akan menghadapi jeratan hukum karena menjaring ikan berada diwilayah Indonesia.

Kapal AL China yang sengaja menabrak KM Kway Fey 10078, ketika operasi penggiringan kapal nelayan ilegal dilakukan. Manuver berbahaya yang dilakukan Kapal AL China tersebut diduga untuk mempersulit KP Hiu 11 menahan awak KM Kway Fey 10078 yang dilakukan oleh tim KKP dan TNI AL.

Pelanggaran yang dilakukan kapal Coast Guard China adalah; pelanggaran Kapal AL China terhadap hak berdaulat dan juridiksi di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif “ZEE” dan landas kontingen.dan pelanggaran upaya Kapal AL China menghalangi proses penegakan hukum aparat Indonesia.

Mentri Luar Negeri mengatakan kepada Sun We Dei, bahwa insiden ini merusak hubungan baik antara Indonesia dan RRC. Indonesia menegaskan tentang kedaulatannya dan hak ekonomi di Natuna, yang dilindungi hukum International termasuk UNCLOS 1982. Indonesia tidak berkepentingan dengan sengketa wilayah antara China dengan beberapa negara, misalnya Vietnam dan Filipina, di kepulauan Spartly, Natuna seharusnya tidak dilibatkan oleh negara yang bersengketa.

“Saya sampaikan penekanan bahwa Indonesia bukan merupakan claim state di laut China Selatan,” pungkas Retno.

Kejadian yang sama dengan satu bendera “Tiongkok” sudah terjadi beberapa kali. last Pada 22 November 2015, dimana ketika itu, TNI AL dari armada Barat mengusir kapal yang masuk ke ZEE disekitar Natuna.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top