News

Kapolres Malang Dicopot, Kompolnas: Tidak Ada Perintah Tembakkan Gas Air Mata

Kompolnas Sebut Kapolres Malang Tak Perintahkan Tembakkan Gas Air Mata

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dinonaktifkan dari jabatannya akibat Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 korban meninggal dunia, Sabtu (1/10/2022).

Jabatan tersebut digantikan AKBP Putu Kholis Aryana yang sebelumnya merupakan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priuk Polda Metro Jaya. Sementara itu, AKBP Ferli Hidayat akan menjadi Pamen SSDM Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menuturkan keputusan tersebut diambil oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lewat surat telegram bernomor ST/2098/10/KEP/2022 yang dikeluarkan pada Senin (3/10/2022) malam.

“Keputusan ini langsung diambil oleh Kapolri setelah mendapatkan laporan hasil analisis dan evaluasi tim investigasi khusus tragedi Stadion Kanjuruhan yang dibentuk Kapolri,” ujar Dedi saat konferensi pers di Mapolres Malang, Senin (3/10/2022).

Bukan itu saja, Kapolri juga memerintahkan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta untuk menonaktifkan Komandan Batalyon (Danyon), Komandan Kompi dan Komandan Peleton Brimob Polda Jatim, total sembilan orang.

Lihat Juga: Menanti Sanksi FIFA terhadap Indonesia Usai Tragedi Kanjuruhan

“Danyon atas nama AKBP Agus Waluyo, Danki atas nama AKP Hasdarman, Danton Aiptu Solikin, Aiptu M Samsul, Aiptu Ari Dwiyanto, Danki atasnama AKP Untung, Danton atas nama AKP Danang, dan Danton AKP Nanang, dan Danton Aiptu Budi,” jelas dia.

Kompolnas Sebut Kapolres Malang Tak Perintahkan Tembakkan Gas Air Mata

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Albertus Wahyurudhanto mengatakan, Kapolres Malang nonaktif AKBP Ferli Hidayat tidak pernah memberikan perintah langsung untuk menembakkan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Tidak ada perintah dari Kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan tindakan excessive dengan gas air mata, tidak ada,” ujarnya.

Kapolres Malang nonaktif AKBP Ferli Hidayat disebut sudah menjalankan tugasnya sesuai procedural, yang mana sudah dilakukan antisipasi dengan memberikan arahan langsung pada personel yang bertugas saat apel sebelum laga.

Kata Wahyu, tindakan pencegahan tersebut telah disiapkan Ferli sebelum pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya tersebut digelar.

“Sudah disampaikan pada saat apel lima jam sebelumnya. Jadi ini memang kami melihat ada tindakan preventif yang sudah dilakukan, dari internal kepolisian, kapolres melihat secara prosedural sudah dijalankan,” jelas Wahyu.

Lihat Juga: Tragedi Berdarah Kanjuruhan Malang 01/10, Menanti Penetapan Tersangka

Selain itu, Kapolres Malang nonaktif AKBP Ferli Hidayat juga tak mengunci pintu keluar di Stadion Kanjuruhan.

“Sudah kami konfirmasi Kapolres, bahwa tidak ada perintah untuk menutup pintu. Sehingga harapannya memang 15 menit (sebelum pertandingan selesai) itu dibuka, tetapi tidak diketahui mengapa ada pintu terkunci,” ucap Wahyu.

Bahkan, sebelumnya Polres Malang juga sudah menyiapkan dua unit Barakuda milik Brimob Polda Jatim untuk digunakan tim tamu ketika datang dan meninggalkan Stadion Kanjuruhan. Kendaraan tersebut disiapkan untuk mengamankan para pemain serta ofisial Persebaya.

“Tetapi dalam pelaksanaannya, Barakuda tidak bisa keluar karena massa di luar sangat banyak. Kejadian pertama, mobil tidak bisa keluar dan kedua di dalam juga ramai,” jelasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top